TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

LAPORAN LBH-PU ATAS DUGAAN KEKERASAN FISIK TERHADAP SAKSI KASUS ALI BAHARSYAH DITOLAK BARESKRIM

 

TINTASIYASI.COM--Jakarta, pada Selasa (7/4), Kuasa Hukum dari LBH Pelita Umat bersama 3 (tiga) orang saksi yang ikut ditangkap oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Polri melaporkan adanya dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oknum Penyidik ke Bareskrim Mabes Polri. Namun, laporan ini ditolak.

"Kami tadi sudah masuk ke Bareskrim, ingin melaporkan klien kami ditangkap dan di intimidasi, bahkan mendapat kekerasan fisik berupa saksi Adit di pukul mulutnya oleh salah satu Penyidik tim penangkapan Ditsiber"_ ungkap  Henri Kusuma, salah satu kuasa hukum LBH Pelita Umat yang didampingi tokoh dan Ulama di Bareskrim.

"Namun pelaporan itu ditolak. Karenanya kami heran, kenapa jika yang lapor Muanas Alaidid cepat diterima dan diproses ?" tambah Henri.

Menurut Henri Penyidik yang melakukan penangkapan terhadap kliennya diduga melanggar pasal 170 KUHP.

Pasal 170 KUHP sendiri menyebut Barang siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.

Sebelumnya, tim hukum LBH Pelita Umat juga telah mendatangi kantor LPSK dan Komnas HAM untuk mendapatkan perlindungan dan mengadukan dugaan pelanggaran HAM pada proses penangkapan Ali Baharsyah dan tiga rekannya.

Ali sendiri ditetapkan sebagai Tersangka dan dikenakan pasal 45A ayat (2) Jo. Pasal 28 ayat (2) UU No 19 tahun 2016 Tentang Perubahan UU No 11 tahun 2008 tentang ITE dan/atau pasal 16 Jo pasal 4 huruf b angka 1 UU No 40 tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau pasal 14 ayat (2) dan/atau pasal 15 UU No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan hukum Pidana dan/atau pasal 207 KUHP dan/atau pasal 107 KUHP. []

Sumber Berita: http://www.lbhpelitaumat.com/2020/04/laporan-lbh-pu-atas-dugaan-kekerasan.html?m=1

Posting Komentar

0 Komentar