TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Kartel Pangan Tetap Subur ditengah Wabah

sumber foto: rencongpost.com

Pangan merupakan kebutuhan pokok bagi setiap individu yang mesti terpenuhi. Sehingga masalah ini membutuhkan perhatian khusus. Nah bagaimana jika pangan di Indonesia dikuasai oleh kegiatan kartel atau monopoli?  Hal ini tentu sangat merugikan rakyat. Menurut Budi Waseso, Direktur Utama Perum Bulog, saat ini produk pangan Bulog hanya menguasai 6%. Sedangkan sisanya 94 % dikuasai oleh kartel. Detikcom (21/5/2019)

Dalam kondisi wabah sekarang ini, masyarakat mulai mengeluhkan terkait ketersediaan pangan di daerahnya. Sanksi yang diberikan oleh pemerintah, tidak mempan. Malah, kartel pangan masih tetap tumbuh subur.

“Satgas Pangan selalu melakukan pemantauan harga pangan jika harga melebihi harga pasaran maka kita akan telusuri dan beri sanksi yang tegas jika ada terjadi penimbunan”. Kabareskrim PolriKomjen. Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. @DivHumas_Polri 2:51 (16/4/2020)

Penimbunan, harga mahal, dan dominasi pasar dalam sistem demokrasi kapitalisme, merupakan sesuatu yang sering terjadi. Dimana sejatinya sistem ini menghasilkan orang-orang yang hanya akan memikirkan manfaat semata. Berharap meraup keuntungan dari masyarakat sebagai pasar potensial produk mereka.

Dalam Islam negara adalah pelayan rakyat yang mengurusi secara penuh kemaslahatan rakyat. Dan bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang mencari keuntungan bagi diri sendiri.

Seorang pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah, termasuk pemenuhan pangan di tengah wabah saat ini. 

Tentunya hal ini tidak bisa terlaksana secara sempurna jika negara masih mempertahankan ekonomi kapitalisme. Solusi dari permasalahan ini dengan penerapan secara sempurna sistem Islam saja maka ketersediaan pangan dan kesejahteraan rakyat bisa diraih. Karena sistem Islam akan berupaya mengurus rakyat dengan aturan yang berasal dari Allah SWT.[]

Oleh : Nurhidayah Ilham.SE. (Muslimah Peduli Generasi)

Posting Komentar

0 Komentar