TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Janji Manis Penguasa Akankah Menjadi Realitas?

Sejak kasus corona petama kali mencuat pada awal bulan Maret lalu, sampai saat ini kasus yang positif korona terus bertambah secara signifikan. Tentu saja hal ini amat berpengaruh terhadap perekonomian negara.

Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk mengatasi dampak pandemi corona khususnya di bidang ekonomi dan sosial. Diantaranya adalah :

1. Meningkatkan jumlah penerima dan besaran bantuan Program Keluarga Harapan.
2. Menaikan jumlah penerima kartu sembako
3. Menaikan anggaran kartu Pra kerja
4. Penggratisan tarif lisrik 450 VA selama 3 bulan. Bagi pelanggan listrik 900 VA akan didiskon                              50 persen.
5. Mencadangkan anggaran kebutuhan poko sebesar Rp. 25 triliun 
6.Memberi keringanan pembayaran kredit.
7.Penyesuaian tarif Pph yang di atur dalam pasal 5 Perpu Nomor 1 Tahun 2020.

Kabar mengenai berbagai kebijakan ini seperti angin segar yang membawa harapan masyarakat kecil yang memang tengah mengalami kesulitan ekonomi.Banyak masyarakat berharap semua kebijakan dapat segera direalisasikan. Namun faktanya tak semudah membalikan telapak tangan. 

Pada kebijakan keringanan kredit misalnya, sebagian masyarakat mengaku mengalami kendala dalam mengaksesnya.Seorang ojek onlibe bercerita soal mekanisme pengajuan keringanan kredit yang tidak jelas dan berbeda-beda tiap bank atau perusahaan pembiayaan.

Sekilas, berbagai kebijakan tersebut memang terkesan pro rakyat.Namun nampaknya, pemerintah belum memikirkan mekanisme dan prosedur bagaimana menerapkan semua kebijakan agar rakyat dapat mengaksesnya dengan mudah. Seperti di daerah saya misalnya, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Hingga saat ini bantuan belum kunjung tiba. Untuk penggratisan listik  450 VA dan diskon 50 persen untuk 900 VA pun tidak semua bisa mengaksesnya. Akhirnya, kebanyakan dari kami gigit jari dan berakhir dengan kecewa.

Padahal, sebagian besar dari kepala rumah tangga di daerah kami sudah hampir 2 minggu tidak bekerja karena di rumahkan dengan alasan mendukung kebijakan pemerintah dalam menanggulangi penyebaran virus corona. Sudahkah pemerintah memikirkan, bagaimana kami bisa memenuhi semua kebutuhan sehari-hari sedangkan kami tidak bekerja?

Jika pemerintah hanya memberi perintah tapi tak jelas protap pelaksanannya, maka janji itu mungkin saja hanya untuk menaikan citra yang sebenarnya sudah luntur sejak corona " datang " ke Indonesia.

Bila saja  kita mau belajar, bagaimana islam bisa menyelesaikan problem asai manusia baik secara individu maupaun bernegara. Alloh SWT telah mengamanahkan negara sebagai pihak yang bertanggung jawab penuh menjamin pemenuhan kebutuhan asasi setiap individu  masyarakat. Negara juga wajib menyediakan pelayan keamanan, pendidikan, dan kesehatan untuk seluruh rakyat. 

Jika terjadi wabah, islam memilliki seperangkat kebijakan untuk menangulanginya. Diantaranya adalah :

1 Penerapan karantina wilayah, semua akses dari luar dan dalam ditutup agar wabah tak makin meluas.Dalam hal ini, negara akan menjamin biaya hidup masyarakat selama penerapan karantina dan pembiayaan diambil dari kas negara.

2. Fasilitas dan layanan kesehatan yang memadai misalnya ketersediaan APD, masker hingga penyediaan tenaga kesehatan yang profesional.

3. Edukasi yang menyeluruh mengenai pencegahan penyakit. Agar tidak terjadi kepanikan dan kebingungan terhadap qadha Alloh SWT.

4. Upaya menciptakan obat dan vaksin.
Semua itu tentu tidak akan dapat terwujud tanpa pemberlakuan sistem islam yang menyeluruh. Sebagai seorang muslim tentu kita harus meyakini semua ketentuan syariah Alloh pastilah baik. 

Ketaatan akan memberikan maslahat, sebaliknya pelanggaran pada syariah-Nya pasti akan mendatangkan madarat. Kejadian pandemi virus corona ini, mestinya menyadarkan kita untuk segera kembali ke jalan yang benar. Yaitu dengan menerapkan seluruh syariat Alloh tanpa terkecuali baik itu yang berhubungan dengan perintah dan larangan untuk individu, masyarakat maupun negara.
Wallahua'lam.[]

Oleh Lilis Suryani

Posting Komentar

0 Komentar