TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Islamofobia di Tengah Wabah

sumber foto: hidayatullah.com

Kelompok-kelompok sayap kanan telah mengambil keuntungan dari ketakutan orang-orang terhadap pandemi covid-19 (virus corona), melalui teori konspirasi dan disinformasi dengan menjelek-jelekkan kaum Muslim, dan menyebarkan propaganda Islamofobia. Di Inggris, polisi kontraterorisme telah menyelidiki puluhan kelompok sayap kanan yang dituduh memicu insiden anti-Muslim selama beberapa pekan terakhir.

Sementara di India, para ekstrimis menyalahkan seluruh populasi Muslim di negara itu. Ekstrimis mengklaim muslim sengaja menyebarkan virus melalui "corona-jihad".

Banyak di antara pelaku propaganda anti-Muslim memiliki sejarah mendokumentasikan pembuatan konten xenophobia, dan Islamofobia sebelum pandemi corona. Mereka membuat statistik tentang infeksi virus dan menciptakan cerita yang menyalahkan umat Islam atas krisis.

Islam dituduh menyebarkan virus covid-19 dengan pemberitaan bahwa banyak anggota jammaah tablik yang menyebarkan virus covid-19 untuk membunuh nonmuslim dengan jargon coronajihad.

Sangat di sesali isu islamofobia dimanfaatkan di kala wabah covid-19 melanda untuk menyerang umat islam dan memberantas umat islam yang mulai tampak kebangkitannya. Para kapitalis dengan berbagai cara untuk menjegal kebangkitan umat muslim dengan isu terorisme dan islamofobia. 

Padahal publik paham bahwa wabah covid-19 itu berasal dari china tepatnya dikota wuhan yang notabene masyarakatnya nonmuslim yang secara liberal dalam pemenuhan kebutuhan rohani dan jasmaninya tidak diatur oleh agama. Sangat jauh dari Islam dalam pemenuhan kebutuhan jasmani dan rohani sesuai aturan agama islam.

Indonesia sendiri isu terorisme mulai di manfaatkan oleh para kapitalis. Berita terbaru yang mengejutkan publik dikala wabah covid-19 melanda negri yaitu pembunuhan pemuda yang bernama Qidam Afariski Mowance, pada tanggal 9 april 2020 bertempat tinggal di Desa Tobe kec. Poso Pesisir Utara kab. Poso ditembak mati oleh polisi hanya karna pernyataan bahwa dia adalah teroris. Tanpa ada penyelidikan yang sesuai prosedur. 

Miris Indonesia yang mayoritas masyarakat islam telah terpapar dengan mudah isu islamofobia dan isu terorisme. Islamofobia adalah penyakit akut masyarakat sekuler yang senantiasa dikampanyekan antidiskriminasi dan kesetarana. Faktanya, selalu muncul kasus-kasus islamofobia yang dilakukan secara terorganisir bahkan menjadi bahan kampanye para politisi. 

Ini menjadi bukti bahwa rusaknya sistem kapitalis sekuler yang aturannya semau hawanafsu manusia. Mari berpikir umat muslim, banyak kerusakan dan kemaksiatan yang diakibatkan sistem kufur kapitalis. Beranjaklah meninggalkan sistem kufur ini dan menyambut sistem yang paripurna yaitu sistem Khilafah islam yang segala aturannya berasal dari Allah SWT. 

Sistem islam akan mengatur tatanan kehidupan sesuai aturan Allah SWT. Baik penyelesaian wabah covid-19 yang melandan dunia saat ini. Jauh berabad-abad lamanya islam mencontohkan penyelesaian wabah dengan karantina wilayah yg biasa disebut dengan lokcdown dengan terpenuhinya semua kebutuhan pokok rakyatnya. Menyediakan segala kebutuhan yang diperlukan tim medis. 

Dengan aturan Allah yang sempurna membuat penguasa dan rakyat sadar betul tujuan hidupnya. Yaitu beribadah kepada Allah SWT. Jadi akan meminimalisir penolakan kebijakan penguasa terhadap rakyatnya. Dengan penuntasan masalahnya sampai keakar masalah. Jadi tidak ada pemanfaatan isu yang menjatuhkan islam seperti isu islamofobia yang dimanfaatakan dikala wabah covid-19. 

Ini saatnya tegak kembali Khilafah Islamiyah yang akan menuntaskan segala permaslahan yang diakibatkan sistem kufur kapitalis. 

Oleh Ratna Sari Dewi

Posting Komentar

0 Komentar