TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Corona Mewabah, Momen Muhasabah Diri


Dunia sedang mencekam. Semua negara sedang waspada tingkat tinggi. Jalanan sepi, sekolahan dan tempat ibadah dikunci. Bukan karena menghindari desiu senjata, bukan pula karena bom atom. Semua dari kita paham, saat ini dunia sedang “berperang” melawan Corona. Kehadiran Corona tak disangka-sangka dan tentu tak pernah diharapkan oleh bangsa manusia. Semenjak kemunculannya, Corona begitu cepat menyebar ke lebih dari 150 negara. 

Dilansir dari Alodokter.com, Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui.

Penyebaran Virus Corona di berbagai negara sangatlah cepat. Dilansir dari tirto.id, Jumlah kasus positif Covid-19 di seluruh dunia telah menembus 1 juta kasus pada tanggal 3 April 2020. 

Berdasarkan data update yang ditampilkan laman CSSE Johns Hopskin University per pukul 17.00 WIB hari ini, jumlah kasus positif Covid-19 di dunia sudah sebanyak 1.018.948 pasien. Dari jumlah tersebut, 53.975 pasien Covid-19 di seluruh dunia telah meninggal dunia dan 217.433 orang sudah berhasil sembuh dari penyakit yang dipicu oleh virus corona baru (SARS-CoV-2). Amerika Serikat, Spanyol dan Italia menjadi negara dengan kasus Covid-19 terbanyak. Data kasus di Jerman hari juga melampaui jumlah di China. Sedangkan angka kematian tertinggi terjadi di Italia, Spanyol dan Perancis. (baca selengkapnya di https://tirto.id/update-corona-3-april-2020-data-covid-19-terbaru-indonesia-dunia-eKE7)

Sedangkan di Indonesia sendiri, kasus positif Covid-19 angkanya terus meningkat secara signifikan. Kelambanan pemerintah melakukan langkah antisipasi lockdown (karantina) wilayah sejak kemunculan Virus Corona di RRC dan juga ketidaktegasan aturan dalam menangani pandemi Corona dinilai sebagai faktor penyebab tingginya angka kasus positif Covid-19. Sebagai rakyat, alamiahnya yang kita harapkan adalah segera berakhirnya pandemi Covid-19.

Dilansir dari Jakarta, law-justice.co - Wabah Corona yang terus meluas di berbagai negara membuat banyak orang mempertanyakan kapan dan bagaimana wabah ini berakhir.

Ustaz kondang Abdul Somad atau yang dikenal dengan sebutan UAS, menuliskan dalam akun instagramnya mengenai kapan wabah Corona berakhir berdasarkan ahli hadits dari mazhab Syafi`i yang terkemuka. “Imam Ibnu Hajar al-Asqalani berkata: ` Wabah yang terjadi di berbagai negeri kaum muslimin di sepanjang sejarah biasanya terjadi pada pertengahan musim bunga setelah keluar dari musim dingin dan akan berakhir pada awal musim panas` start musim panas 21 Juni,” tulis Ustaz Abdul Somad dalam akun instagramnya (19/3).

Sedangkan menurut pakar statistika yang dilansir oleh Liputan6.com- Guru Besar Statistika UGM Dedi Rosadi bersama dengan Heribertus Joko, alumnus FMIPA UGM, dan Fidelis I Diponegoro, alumnus PPRA Lemhanas RI membuat prediksi pemodelan matematika untuk memproyeksikan kasus Corona COVID-19 di Indonesia. Model probabilistik ini berdasarkan pada data nyata atau probabilistic data driven model (PPDM).
Bukan tanpa alasan model matematika ini dipilih. Menurut Dedi, hasil prediksi ini perlu disampaikan mengingat sejumlah hasil prediksi model matematika dinamik terhadap data penderita positif COVID-19 cenderung bombastis dan terlalu berlebihan.

Dari hasil analisis yang dikembangkannya, ia memperkirakan penambahan maksimum total penderita Corona COVID-19 berada di kisaran minggu kedua, yakni 7 sampai 11 April 2020. Penambahan berkisar 740 sampai 800 pasien per empat hari dan diperkirakan akan mengalami penurunan setelahnya.

Sementara, berdasarkan data yang ada diperkirakan pandemi akan berakhir lebih kurang 100 hari setelah 2 Maret 2020 atau sekitar 29 Mei 2020 dengan jumlah minimum pasien positif Corona COVID-19 sekitar 6.200 orang.

"Ini adalah proyeksi untuk skenario ideal, ketika indikator seperti kebijakan pemerintah untuk pengaturan berhasil dan tidak terjadi jumlah pemudik yang signifikan," ujar Dedi, Rabu (1/4/2020).
Apabila terjadi jumlah pemudik yang signifikan, maka terjadi perubahan proyeksi. Berdasarkan perhitungan, jika jumlah pemudik yang datang ke DIY signifikan, maka diperkirakan jumlah pasien positif Corona COVID-19 berkisar 12.000 sampai 18.000 orang dan pandemi berakhir pada akhir Juni 2020.

Terlepas dari pernyataan UAS dan juga para pakar statistika terkait prediksi berakhirnya pandemi Covid-19, sejatinya wabah corona ini patut kita jadikan sebagai momen untuk muhasabah (instropeksi) diri. Mari kita ingat kembali firman Allah dalam Surat Ar-Rum ayat 41 yang artinya “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”.

Mari kita renungkan kembali hakikat penciptaan kita. Bukankah manusia diciptakan oleh Allah untuk menjadi abdullah (hamba Allah) dan juga khalifah (pemimpin/pengurus) di muka bumi?

Sebagai hamba Allah, sudah semestinya manusia taat pada aturan-Nya (Syariah Islam) dalam segala aspek kehidupan. Tetapi kita lihat realitas hari ini, hukum-hukum Allah banyak yang dicampakkan dan diganti dengan hukum buatan akal manusia. Begitu juga peran manusia sebagai khalifah di bumi. Pada hari ini kita jumpai banyak sekali manusia yang berambisi atau serakah terhadap dunia. Manusia rela melakukan segala cara untuk mereguk kenikmatan dunia yang semu. Dampak dari keserakahan tersebut adalah terjadinya kerusakan alam dan lingkungan serta kesenjangan sosial yang sangat nyata.

Sebagai khatimah, sudah saatnya kita kembali pada Islam secara kaaffah (menyeluruh). Menjadikan Syariah Islam sebagai solusi atas segala problematika kehidupan kita. Karena Syariah Islam diturunkan Allah kepada Rasulullah untuk dijadikan pedoman hidup bagi umatnya. 

Syariah Islam adalah aturan yang paripurna (sangat lengkap dan sempurna). Marilah kita bergandengan tangan bersama memperjuangkan tegaknya Syariah Islam dalam kehidupan umat manusia. Wallahu a’lam bish shawab.[]

Oleh: Happy Ummu Syakila

Posting Komentar

0 Komentar