TAQOBALLAHU MINNA WAMINKUM TAQOBBAL YA KARIM

Al-Qur'an Sumber Inspirasi R.A. Kartini



Habis Gelap Terbitlah Terang adalah kumpulan surat yang ditulis oleh seorang tokoh wanita dari tanah jawa yang bernama Raden Ajeng Kartini lahir di Jepara 21 April 1879. Setelah Kartini wafat, J.H.Abendanon mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada teman-temannya di Eropa. Buku itu diberi judul Door Duisternis tot Licht yang arti harfiahnya "Dari Kegelapan Menuju Cahaya". (https://id.wikipedia.org/wiki/Habis_Gelap_Terbitlah_Terang)

Bagi seorang muslim kalimat ini sudah tidak asing lagi, karena di dalam Al-Qur’an banyak sekali ayat -ayat yang berbunyi “mina dzulumati ila Nuur” yang artinya dari kegelapan kepada cahaya. Diantaranya terdapat dalam surat Al Baqarah ayat 257, yang berbunyi :

ٱللَّهُ وَلِىُّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ يُخْرِجُهُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ ۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَوْلِيَآؤُهُمُ ٱلطَّٰغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ ٱلنُّورِ إِلَى ٱلظُّلُمَٰتِ ۗ أُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ 
Artinya: Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

Dan Surat Ibrahim ayat 1, yang berbunyi:

الٓر ۚ كِتَٰبٌ أَنزَلْنَٰهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ ٱلنَّاسَ مِنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَىٰ صِرَٰطِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْحَمِيدِ 
Artinya : Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.



Dari kumpulan surat yang ditulis oleh RA Kartini, tersirat bahwa sumber inspirasi beliau dalam menulis surat untuk sahabat pena nya adalah Al-Qur’an. Dan surat-surat tersebut merupakan salah satu bentuk dakwah yang dilakukan oleh RA Kartini pada masa itu.

Bukan hanya R.A Kartini yang terinspirasi oleh ayat-ayat Al-Qur’an, banyak para sahabat yang luluh hatinya setelah mendengarkan ayat-ayat Al-Qur’an ini dibacakan. Salah satunya adalah Khalifah Umar bin Khattab seseorang yang terkenal memiliki watak yang sangat keras saat masa jahiliyah ternyata mampu ditaklukkan hatinya ketika dibacakan Ayat Al-Qur’an surat Thoha sehingga menghantarkannya dari kegelapan masa jahiliyah menuju cahaya Islam

Sampai saat ini pun di berbagai belahan bumi banyak kisah tentang seseorang yang mendapatkan hidayah oleh sebab dibacakan atau membaca ayat-ayat Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an sesuai dengan fitrah manusia, Seperti kisah ibunda Irene Handono yang mendapatkan hidayah setelah membaca Ayat Al-Qur’an surat Al Ikhlas, ustadz Felix yang merasa takjub dengan bahasa Al-Qur’an surat Al Baqarah,  dll

Al-Qur’an merupakan Kalamullah yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril sebagai petunjuk bagi manusia dalam melaksanakan amanahnya sebagai khalifah di muka bumi, maka wajib bagi manusia yang beriman menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber hukum dalam semua aspek kehidupan

Dengan diterapkannya Al-Qur’an sebagai rule of life maka kehidupan ini akan berjalan dengan baik, segala persoalan akan teratasi, baldatun thoyyibatun akan tercapai serta Ridho Allah akan meliputi semua aktifitas manusia. Ibarat kereta yang berjalan diatas relnya yang akan menghantarkan manusia pada tujuan yang sebenarnya yaitu kehidupan yang abadi didalam Syurga 

Adakah manusia di dunia ini yang tidak menginginkan Syurga??? Hanya manusia bodoh dan sombong yang tidak menginginkan Syurga sehingga dengan kebodohan dan kesombongannya mereka mengambil sumber hukum yang lain, mereka merasa bahwa hukum yang mereka buat lebih baik dari pada Al-Qur’an yang jelas-jelas merupakan sumber hukum yang berasal dari Allah Robbul ‘alamin

Karena  tidak diterapkannya hukum Allah  SWT dengan tidak mengembalikan segala perkara yang terjadi didunia ini kepada Al-Qur’an maka terjadilah apa yang menjadi kekhawatiran para malaikat akan kerusakan dan pertumpahan darah yang dilakukan oleh tangan-tangan manusia. Wallahu a’lam.[]

Oleh : Elif Fitriah Mas’ud, SHI
Praktisi Pendidikan

Posting Komentar

0 Komentar