TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Subhanallah, Lockdown Ajaran Rasulullah SAW


Ditengah maraknya kasus virus Corona ( covid 19 ) muncul istilah Lockdown, dan sejumlah negara mulai dari Italia, Malaysia sudah memutuskan untuk memberlakukan Lockdown sebagai bagian upaya untuk wabah Corona.

Lalu, apa sebenarnya makna lockdown ?

Lockdown merupakan istilah yang diambil dari bahasa Inggris yang artinya mengunci. Mengutip kamus Cambridge dan Merriam Webster (17 /3 ), lockdown merupakan situasi darurat dimana orang-orang tidak diizinkan untuk masuk atau meninggalkan gedung atau wilayah dengan bebas karena situasi bahaya. 

Islam pun mengajarakan istilah lockdown, sebagaimana yang disampaikan Rasulullah Saw didalam hadistnya : 

إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا

Artinya : “ Jika kamu mendengar wabah disuatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah ditempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” ( HR. Bukhari ).

Pada masanya Rasulullah Saw memerintahkan pemberlakuan lockdown terhadap wilayah yang diserang penyakit.” Rasulullah juga pernah menginstruksikan kepada para sahabat pada masa itu untuk mengisolasi diri, menjadikan kebijakan lockdown sebagai langkah taktis, praktis, dan strategis menangkal penyebaran lepra dan kusta yang juga tak kalah ganas pada waktu itu,” ujar Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam ( Madani ) Ainul Yaqin saat dihubungi Okezone, Selasa ( 17/3/2020 ).

Ia memaparkan, kala itu Rasulullah memerintahkan umat Islam agar tidak mendekati, apalagi memasuki wilayah yang terindikasi diserang wabah penyakit. Selain itu ada juga perintah agar mereka yang ada didalam daerah yang diserang wabah penyakit tersebut tidak kemana-mana.

“salah satu langkah yang pernah diajarkan Rasulullah Saw masih relevan dan sangat pas ditetapkan saat ini,” ucapnya.

أَنَّ عُمَرَ، خَرَجَ إِلَى الشَّأْمِ، فَلَمَّا كَانَ بِسَرْغَ بَلَغَهُ أَنَّ الْوَبَاءَ قَدْ وَقَعَ بِالشَّأْمِ، فَأَخْبَرَهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ إِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَقْدَمُوا عَلَيْهِ وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْهُ ‏”‏‏

Artinya : “ Umar sedang dalam perjalanan menuju Syam, saat sampai di wilayah bernama Sargh. Saat itu Umar mendapat kabar adanya wabah di wilayah Syam. Abdurrahman bin Auf kemudian mengatakan pada Umar jika Rasulullah Saw pernah berkata, “Jika kamu mendengar wabah disuatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya, tapi jika terjadi wabah di tempat kamu jangan kemana-mana.


Ustadz Ainul melanjutkan, tujuan terbesar hukum Islam sebenarnya adalah melindungi manusia dari segala bahaya. “ Memprioritaskan keselamatan dan kemaslahtan serta menolak mara bahaya, terlebih terkait dengan keselamatan jiwa raga,” pungkasnya.

Dari sini sudah jelas bahwa Islam adalah agama paripurna agama yang terbaik buat umat manusia karena Islam mengajarkan berbagai aspek kehidupan dan Islam datang sebagai Rahmatan Lil Alamiin, Islam datang untuk kemaslahatan umat baik didunia maupun di akhirat. Wallahu A’lam.[]

Oleh : Nafisah Asma Mumtazah


Posting Komentar

0 Komentar