Peluang Politik di Era Kekinian

Kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok yang saat itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, menjadi titik awal kebangkitan politik Islam di Indonesia dengan aksi 212 nya. Penistaan tersebut menyentakkan seluruh umat Islam dari berbagai elemen untuk bergerak dengan tujuan yang sama yaitu penjarakan penista agama. Hal ini tentu saja menjadi kejutan tersendiri bagi pemerintah, karena momen ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Kemarahan umat Islam yang “memaksa” pemerintah harus mengikuti kemauan umat untuk memenjarakan pelaku penista agama.

Bukan hanya itu berbagai kebijakan pemerintah yang “menyerang” Islam dan syariatnya pun, membuat umat Islam segera merespon kebijakan tersebut. Walhasil dari respon inilah kemudian banyaknya menimbulkan persekusi dan kriminalisasi yang mendera ulama dan aktivis Islam, yang terus menerus mengusik kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro kepada Islam dan rakyat, justru selalu menjadikan Islam sebagai kambing hitam atas semua permasalahan yang menimpa bangsa ini.

Apakah hal ini membuat Ulama dan para aktivis Islam bungkam untuk terus menyuarakan Islam ? Tentu tidak, justru dukungan terhadap Islam semakin meluas, dan bukan hanya datang dari umat Islam tetapi juga dari kalangan umat yang lain. Pernyataan sejarawan Arnold Toynbee yang mengatakan bahwa berlakunya  hukum alam yang tidak bisa dihindari, dielakkan dan diubah oleh akal manusia serta tangan manusia termasuk siklus kejayaan dan kehancuran suatu peradaban manusia yang jatuh secara silih berganti.

Hal ini sebagai bukti bahwa the end of history adalah peradaban Islam, yang bisa kita lihat diera kekinian terbukanya peluang Islam politik yang menawarkan karya-karyanya yang khas sebagai sinyal bagi kebangkitan Islam dan menjadi akhir bagi sejarah peradaban barat yang telah sekian lama memenjarakan umat Islam dalam kungkungan sistem kehidupan yang tidak manusiawi ini. 

Geliat politik Islam di Indonesia dalam perjalanannya telah  memberi warna tersendiri dalam sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sementara sekarang ini adalah upaya perjuangan keras telah dilakukan oleh para ulama dan aktivis Islam, untuk  membawa umat Islam keluar dari cengkeraman kapitalisme global. Dan sejak pancasila didaulat menjadi ideologi bagi bangsa ini, yang kemudian menjadi dasar kehidupan bernegara yang dijadikan rujukan dan pedoman dalam berperilaku. 

Namun keterbatasan dan kelemahan hukum buatan manusia telah mengakibatkan munculnya berbagai krisis sosial dan kehampaan spiritual masyarakat yang mendera diseluruh aspek kehidupan, menjadi bukti nyata adanya sinyal-sinyal keruntuhan peradaban barat atas kesombongan dan keangkuhannya. 

Dengan kemajuan dibidang ilmu dan teknologi, ekonomi dan militer. Yang membuat mereka merasa kuat dan mengira tidak ada satupun kekuatan yang mampu menandingi kekuatan mereka.
Kebangkitan peradaban Islam  seiring berjalan dengan kebangkitan politik Islam diera kekinian pada hakikatnya akan hadir sebagai pemenang. Arus kebangkitan Islam telah menemukan momentumnya, dan kini umat Islam berjalan menuju kebangkitan peradaban Islam yang sudah diduga oleh dunia intelektual akan mengancam eksistensi peradaban barat. Kedudukan peradaban barat saat ini, seperti bangunan kokoh yang perlahan tapi pasti rayap-rayap mengerumuni dan menggerogoti tiang-tiang penyangganya.

Walaupun Barat berusaha sekuat tenaga untuk membendung arus kebangkitan  itu dengan berbagai strategi jahatnya seperti paradigma negatif  dan propaganda. Namun, sayangnya hal tersebut tidak mampu menghalangi kebangkitan Islam seperti ketidakmampuan untuk menghalangi sinar matahari pagi yang terbit menyinari bumi. Seperti halnya mereka tidak mampu membendung gaung penegakan Khilafah sebagai institusi yang akan menjadi pelindung umat dari berbagai ancaman dan menjadi solusi atas semua permasalahan umat manusia didunia.[]

Oleh : Siti Rima Sarinah (Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban)

Posting Komentar

0 Komentar