Pandemi Corona Ditangani, Betulkah?


Netizen dibuat geger terkait berita masuknya TKA dari bandara di Kendari. Pasalnya, negeri ini sedang resah terkait merebaknya virus Corona Covid 19. Keresahan memuncak saat tersiar kabar datang TKA dari China. Selanjutnya, Kantor Perwakilan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Tenggara (Sultra), mengonfirmasi bahwa 49 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang tiba di  Bandara Haluoleo Kendari pada Minggu (15/3), adalah TKA yang berangkat dari China, dan bukan TKA lama yang berangkat dari Jakarta.(kumparan.com 15/3/2020)

Wabah Corona covid 19 yang telah menjadi pandemi telah berhasil meresahkan warga di seluruh belahan dunia. Banyaknya korban yang terkena dan meninggal membuat umat merasa khawatir. Oleh karena itu, mengapa penguasa harus serius dalam menangani covid 19 yang kian lama kian bertambah korbannya.

Benar jika pemerintah melakukan pembatasan interaksi. Begitu juga anjuran dalam Islam ketika terjadi wabah juga negara melakukan kontrol terkait pembatasan interaksi, sebagai berikut,

Dari Saad bin Malik RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Jika terjadi wabah thaa'uun di suatu negeri maka janganlah kalian memasuki negeri itu. Dan jika wabah itu terjadi di suatu negeri sedang kalian berada di negeri itu, maka janganlah kalian keluar dari negeri itu." (HR Ahmad, Musnad Ahmad bin Hanbal, Juz 1, hlm. 186, no. 1615).

Sungguh ironis, di tengah umat diminta untuk menjaga interaksi tapi TKA dari China, notabene China adalah negara pertama munculnya wabah Corona Covid 19 diizinkan bertandang ke negeri ini dengan alasan kerja. Astaghfirullahal'adzim, wajar jika umat geram dan kecewa dengan fakta ini. 

Dilansir melalui viva.co.id 17/3/2020, Kapolda Sulawesi Tenggara Brigadir Jenderal Polisi Merdysam mengakui jika 49 tenaga kerja asing (TKA) dari China di Bandara Haluoleo Kendari, Sultra, memang benar baru tiba dari China. Berdasarkan rapat Forkopimda yang dipimpin Gubernur Sultra, mereka akhirnya dikarantina oleh tim gugus tugas, sebagai langkah antisipasi penyebaran virus Corona.

Sebenarnya jika sudah demikian, sebaiknya keberadaan TKA dari China dikembalikan ke negara asalnya. Mengingat jika melakukan pembatasan interaksi adalah dengan mengisolasi diri, tidak pergi ke suatu tempat mana pun, dan tidak mendatangkan orang dari tempat mana pun. Lebih-lebih yang datang dari China, ini sangat mengkhawatirkan masyarakat.

Jangan sampai penanganan terkait wabah ini hanya basa basi semata, tak konsisten dengan kebijakan sendiri. Jangan sampai demi memenuhi permintaan perusahaan asing, pemerintah membiarkan kebijakannya tidak berjalan sempurna dengan datangnya TKA dari China tersebut.

Dari uraian singkat di atas telah mengkonfirmasi bahwa negeri ini butuh sistem yang berdikari dan tak mudah disetir oleh kepentingan para kapitalis asing. Negeri ini butuh sistem yang mampu melindungi dan menciptakan kesejahteraan hakiki. Tidak lain tidak bukan, sistem tersebut adalah sistem Islam. Ratusan tahun yang lalu peradaban Islam terbukti mampu menjadi pemimpin dunia dan mampu mengatasi berbagai wabah yang sempat melanda negara Islam. 

Hal ini patut dicontoh agar negeri ini bisa keluar dari belenggu para kapitalis asing yang bercokol akibat diterapkannya sistem Kapitalisme liberal yang kian brutal. Sudah saatnya hijrah kaffah menuju sistem Islam dan meninggalkan sistem rusak Kapitalisme liberal. Wallahu'alam.[]

Oleh Ika Mawarningtyas
Analis Muslimah Voice

Post a Comment

0 Comments