Negara Maju Hanya Dengan Islam

Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (United States Trade Representative) baru saja mencoret Indonesia dari daftar negara berkembang. Dengan begitu, Indonesia akan beralih menjadi negara maju. Selain Indonesia, predikat negara maju juga disematkan kepada beberapa negara lainnya seperti Brasil, India, China, Korea Selatan, Malaysia, Thailand hingga Vietnam.


Ekonom INDEF, Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, konsekuensi Indonesia ketika menjadi negara maju yaitu bakal dihapuskannya pula Indonesia sebagai negara penerima fasilitas GSP (Generalized System of Preferences). Dengan fasilitas GSP, Indonesia sebelumnya bisa menikmati fasilitas bea masuk yang rendah untuk ekspor tujuan AS. Sehingga akan membantu bagi negara berkembang dan miskin untuk terus bertumbuh.


Bhima mengatakan, peniadaan GSP dengan status menjadi negara maju bisa menyebabkan meningkatnya beban tarif bagi produk ekspor asal Indonesia yang selama ini mendapat insentif. Saat ini menurutnya, ada total 3.572 produk Indonesia memperoleh fasilitas GSP. Bhima pun menyebut nantinya Indonesia juga bisa kehilangan potensi ekspor yang besar ke AS. Utamanya berkaitan dengan produk-produk unggulan seperti tekstil dan pakaian sebab insentifnya dihapus. 

Sehingga, defisit neraca perdagangan Indonesia bisa makin lebar. Per Januari 2020 ini, defisit Indonesia mencapai USD 864 juta. Menyoal pengangkatan Indonesia menjadi negara maju itu, South China Morning Post (SCMP), Minggu (23/2) menyebut keputusan tersebut memang bertujuan agar negara-negara tersebut tidak memperoleh perlakuan khusus dalam perdagangan internasional.


Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah sehingga Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi Negara maju, Namun itu semua hanyalah sebuah angan- angan saja, Apalagi selama ini indoneseia bagaikan surga bagi mereka para importir. Dan di dukung pula dengan sistem saat ini yang mana pemilik modal itulah yang berkuasa. Sehingga ketika terdengar kabar bahwa Indonesia telah terdaftar sebagai Negara maju, Masyarakat bukannya senang, namun sebaliknya ada sebagian masyarakat yang merasa curiga atas keputusan AS Karena ini seperti kebahagian yang semu.


Ketika Indonesia dinobatkan sebagai Negara maju maka saat ini Indonesia memiliki serangkaian Krisis multidimensi dengan melihat perameter Nagara maju yaitu Indeks Pembangunan Manusiab (IPM), Negara yang memiliki standar hidup yang tinggi, pengobatan yang bagus, kesehatan yang baik, tingkat perkembangan anak yang tinggi, sarana transport yang baik, Pendapatan perkapita yang tinggi. 


Namun faktanya saat ini di Indonesia sebagian besar masyarakatnya masih merasakan krisis ekonomi yang sangat menyengsarakan, biaya hidup yang tinggi,  masih banyaknya pengangguran, hutang Indonesia yang semakin meningkat, pendidikan dan kesehatan yang mahal. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa Indonesia sama sekali belum mencerminkan sebagai Negara Maju. 


Sehingga jangan merasa bangga ketika ditetapkan sebagai negara maju oleh AS, kerena kebijakan ini membuat perdagangan Indonesia semakin rugi dan bunga utang yang semakin menggunung.Dan kita wajib waspada terhadap kebijakan ini karena selama ini AS sering menggunakan politik labeeling  pada negeri muslim. Yang mana politik labeeling lebih beoriantasi pada keuntungan AS saja bukan untuk kebaikan seluruh dunia. 


Ketika kita menginginkan Indonesia sebagai negara maju maka jalan satu-satunya yaitu dengan penerapan ideologi islam secara kaffah yang bisa mewujutkan itu semua adalah denga adanya khilafah. Khilafah yang akan menaungi kita,  bukan seperti AS yang seenaknya mengeksploitasi kita. Sehingga wajar selama islam berjaya tidak ada negara yang mengalami kemiskinan seperti afrika yang selama ini identik dengan kemiskinan pada masa khilafah bisa menjadi negara kaya dan maju.[]

Oleh : Siti Nur Afia, Amd.,Farm

Post a Comment

0 Comments