Muslim India, Minoritas Yang Tertindas



Belum sirna ingatan kaum muslim akan penindasan yang dilakukan komunis China terhadap muslim Uighur, kini perhatian itu tertuju pada diskriminasi terhadap muslim India di New Delhi, India. Sejak pengesahan Undang-undang Amandemen Warga Negara atau (CAB) oleh Perdana Menteri India, Narendra Modi, menjadi polemik dan memicu kerusuhan antara Hindu India dan Muslim India. Undang-undang ini kabarnya akan memberikan kewarganegaraan kepada agama minoritas kecuali muslim.


Undang-undang ini merupakan amandemen undang-undang tahun 1955 yang akan memberikan kewarganegaraan yang dianiaya, seperti Hindu, Sikh, Budha, Jain, Parsis dan Kristen dari Bangladesh, Afghanistan dan Pakistan. Namun meminggirkan umat Islam. Undang-undang ini kabarnya telah diloloskan melalui Parlemen India oleh Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata Party (BPJ), yang berkuasa dan diratifikasi oleh Presiden RAm Nath Kovind, pada 12 Desember. (MINANEWS.NET).


Kaum Muslim India tidak terima dengan pemberlakuan undang-undang tersebut sehingga akhirnya melakukan protes, karena dianggap akan mendiskriminasikan kaum muslim di India. Hal itu menyulut kemarahan Hindu India hingga berujung kerusuhan dengan sejumlah aksi pembakaran Masjid, Pom bensin hingga pembantai muslim India oleh kelompok Hindu ekstrimis. Lebih dari 30 orang dinyatakan terbunuh dan sekitar 300 orang terluka.


Tragedi berdarah di New Delhi yang telah nyata menzalimi Umat Islam ini, seharusnya tidak terjadi di tengah gencarnya dunia menggaungkan toleransi dan HAM. Toleransi faktanya tidak pernah berpihak kepada umat Islam. Toleransi hanya untuk memuluskan agenda-agenda kafir barat untuk memecah belah umat Islam. 


Walaupun faktanya Konflik yang tengah terjadi di New Delhi, India ini sudah pernah terjadi dibeberapa wilayah di India. Salah satunya saat kampanye penaklukan Asia Selatan oleh kekhalifahan Umayyah di abad ke-8 H hingga abad ke-16 H, tidak terkira berapa banyak konflik yang terjadi antara kekhalifahan dari Arab dengan dinasti-dinasti Hindu India terkait penyebaran Islam dari jazirah Arab ke India.


Konflik juga terjadi ketika dipisahkannya India dan Pakistan akibat kebijakan kolonial Inggris sejak abad ke-19. Dan di abad ke-20 terjadi aksi terorisme yang mengatasnamakan Islam yang digencarkan oleh lslamofobia. Yang pada hakikatnya hegemoni politik kaum muslim memang dilakukan melalui futuhat (penaklukan).
(INDOPOLITIKA.COM).


Pembantaian maupun diskriminasi yang ditujukan kepada umat Islam hanyalah karena mereka berusaha berpegang teguh kepada nilai agama. Dan hal itu pula yang dapat menjadi bumerang bagi mereka yang sangat membenci Islam. Semua itu terjadi karena tidak adanya Junnah bagi umat Islam.

Seharusnya dengan sederet kejadian yang menimpa umat Islam bisa membangkitkan kesadaran akan pentingnya sebuah pelindung bagi darah dan jiwa manusia. Hal itu hanya bisa terwujud jika syariat Islam diterapkan dimuka bumi.
Wallahu a'lam bish shawab.[]

Oleh : Anja Sri Wahyuni

Post a Comment

0 Comments