Menggapai Puncak Kejayaan


Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda, "Hampir tiba masanya kalian di perebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang merebutkan makanannya." Maka seseorang bertanya, "Apakah karena sedikitnya jumlah kita?" Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda, "Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit  Al-wahn." Seseorang bertanya, "Ya Rasulullah, apakah wahn itu?" Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda, "Cinta dunia dan takut akan kematian." (HR. Abu Dawud no 3745)

Hadis diatas telah terbukti nyata gambarnya. Umat Islam saat ini banyak jumlahnya, namun mereka tidak kelihatan. Mereka banyak tetapi tidak berarti sedikit pun, tidak memiliki pengaruh di mata dunia. 

Kenapa? Semenjak runtuhnya Daulah Khilafah Ustmaniyyah pada tanggal 3 maret 1924 oleh seorang Mustafa Kemal. Sejak saat itu kaum muslimin tidak memiliki institusi global yang dengan kekuatannya mampu melindungi kaum muslimin seluruh dunia serta menjaga kekayaan alam yang dimiliki kaum muslimin. Kaum muslimin ibarat sekerat daging yang menjadi rebutan mangsanya dan mereka tidak berdaya sama sekali. 

Di mata Barat beserta anteknya, Mustafa Kemal adalah seorang pembaharu. Dia adalah sosok gagah dan cerdas yang telah melakukan pembaharuan secara nyata serta berpengaruh di mata dunia.

Mustafa Kemal tidaklah lebih dari seorang agen Inggris yang telah menghancurkan umat Islam. Di tangannya Sistem Pemerintahan Islam di Daulah Turki Ustmani telah di gantinya dengan Sistem Republik Liberal. Bahkan, lebih dari itu semua yang berbau Islam yang ada di Turki  di hapus dan ini sangat berpengaruh bagi kaum muslimin hingga saat ini.

Wahai kaum muslimin, kita adalah umat yang Allah muliakan dengan Islam. Kita adalah umat-umat pilihan yang di tugaskan untuk menyadarkan umat, untuk menyatukan umat dalam satu naungan daulah khilafah. Tetapi mengapa hingga hari ini kita masih mencari kemuliaan selain dari selain Islam?

"Tak akan bangkit ummat ini kecuali dengan perkara yang telah membangkitkan generasi sebelum mereka."- Imam Malik. Seperti itulah perkataan imam Malik untuk umat Islam saat ini. Jangan jadi manusia yang tak peduli dengan sejarah sendiri. Berjuanglah dengan segalanya yang kita punya insyaallah Allah akan menggantikan yang lebih baik, ikut berpartisipasi dalam  dakwah lebih baik daripada hanya menonton dan menunggu di puncak. Sebab ini adalah awal untuk mencapai kejayaan kita nanti.

Wallahua'lam.[]

Oleh Ratna Az Zahra

Posting Komentar

0 Komentar