TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Mengambil Hikmah dari Wabah


Sejak China mengumumkan pertama kali pada 4/1/2020 khususnya di kota Wuhan tentang terpaparnya puluhan orang dengan penyakit Corona,  korban positif bahkan meninggal dunia terus bertambah. 

Meskipun kebijakan lock down bagi Wuhan telah diambil pemerintah China,  virus ini tetap mewabah ke seluruh dunia. Banyak negara mengambil kebijakan lock down menutup perbatasan dan melarang aktivitas di luar rumah. Bahkan himbauan untuk menghentikan shalat Jum'at dan shalat jamaah.  Sungguh, penyakit ini menjadi pukulan keras bagi dunia. 

Hal ini dikarenakan mudahnya penularan virus corona hingga menjadi wabah. Hanya dalam hitungan hari, ribuan orang positif terpapar virus mematikan ini. Bahkan, sekarang selalu ada korban diseluruh dunia yang meninggal  setiap harinya.

Begitu besar dan bahayanya wabah corona membutuhkan penanganan yang lebih serius. Anjuran untuk mencegah berkembangnya wabah ini terus dilakukan. Mulai dari masing-masing individu hingga negara bahkan dunia. Mulai melindungi diri dengan pemakaian masker, anjuran cuci tangan dengan sabun, penyemprotan disinfektan hingga kebijakan lock down oleh pemerintah daerah maupun negara.

Bukan hanya mempengaruhi bidang kesehatan, makhluk kecil yang diberi nama covid 19 ini juga memukul perekonomian global. Tidak terkecuali dengan Indonesia yang harus mengalami rupiah di titik kisaran 17.000/US$. Hal ini menambah keresahan masyarakat yang dihantui rasa takut bahaya wabah sekaligus meningkatkan harga kebutuhan hidup akibat melemahnya nilai rupiah. 

Masih banyak lagi dampak negatif dari mewabahnya virus corona di seluruh dunia. Namun, dibalik mewabahnya virus ini pasti ada hikmah yang Allah berikan. Segala hal hanya terjadi karena ijin Allah. Dan Allah tidak menciptakan sesuatu yang sia-sia. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman :

أَيَحْسَبُ الْإِنسَانُ أَن يُتْرَكَ سُدًى

“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan sia-sia begitu saja?“ (Al Qiyamah:36)

Menurut para ulama tafsir tentang ayat di atas. Syaikh Abdurrahman As Sa’di rahimahullah menjelaskan : maksudnya (mereka mengira) tidak diperintah dan tidak dilarang, tidak diberi pahala dan tidak disiksa. Ini merupakan persangkaan yang batil dan menyangka bahwa Allah tidak (mencipta) sesuai dengan hikmah. (Taisir Karimir Rahman, Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah)

Berhati hati dan berusaha untuk mencegah penyebaran virus corona tentu harus dilakukan. Namun kekhawatiran berlebihan juga tidak baik kerena justru membuat beban pikiran dan kemungkinan justru sakit bukan karena virus. Bersikap meremehkan juga jangan, karena faktanya virus corona berdampak besar terhadap kehidupan dunia. Untuk itu kita perlu mengambil sisi lain dari munculnya virus mematikan ini. Yaitu dengan mengambil hikmah dari munculnya wabah. 

Dengan adanya wabah corona, orang semakin menjaga kebersihan. Menjaga wudhu atau sering cuci tangan dengan sabun. Menjaga kebersihan lingkungan, lebih peduli dengan sesama minimal mengingatkan akan kebersihan.

Selain itu, adanya lock down juga menjadikan para ibu dapat menjalankan perannya sebagai ummun wa rabbatul bait dengan maksimal. Maksudnya seorang ibu untuk anak-anaknya (ummu) dan pengurus rumah tangga (rabbatuil bait). Orang berusaha berhemat dengan memanfaatkan yang ada, agar tidak keluar rumah. Artinya belajar untuk memanfaatkan secara maksimal apa yang ada agar tidak mubazir. 

Begitu juga dengan menjaga pola makan sehat dengan makanan yang halal dan thayib. Seperti mengkonsumsi madu, kurma, dan lainnya yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Ini diharapkan dapat menghasilkan anti body untuk menangkal berbagai penyakit dan virus termasuk corona.

Kalaupun sekarang dilarang sholat berjamaah di masjid atau mushola, kita dapat melaksanakan jamaah di rumah. Itu dapat meningkatkan kebersamaan keluarga yang mungkin sebelumnya disibukkan dengan urusan masing masing.
Dengan mengambil hikmah dari setiap kejadian, kita tetap menjaga iman berada pada tempatnya. Allah SWT berfirman, "Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa-apa yang mereka tidak ketahui." (QS Yasin [36]: 36).

Banyak sekali ayat-ayat dalam Alquran yang menerangkan suatu objek secara berpasangan. Misalkan, Allah SWT selalu merangkai kata hidup dan mati. Perbuatan baik dan buruk, faedah dan kerugian, kesusahan dan kesabaran, musibah dan syukur  dan seterusnya. Dengan tetap ikhtiar mencegah penyebaran virus corona, terus berdo'a dan yakin pertolongan Allah, wabah ini segera berlalu. In Syaa Allah.[]


Oleh. R. Raraswati
Penulis merupakan freelance author dan Muslimah Peduli Generasi

Posting Komentar

0 Komentar