Lockdown Dilakukan Karena Berita Virus Corona: Masyarakat Bingung?

Banyak orang keliru memahami istilah "LOCKDOWN".

Lockdown yang pertama kali harusnya diambil adalah menutup kota Jakarta sedikitnya selama 2 minggu dari kendaraan umum berpenumpang banyak seperti: kereta, pesawat, bis, dan kapal. Juga sarana tempat berkumpul orang banyak yang tidak esensial diliburkan, sedangkan yang esensial diberlakukan penjarakan sosial (bukan dari kata penjara, tapi jarak. Pen-jarak-an, red), atau social distancing.

Lalu lintas dengan kendaraan pribadi dibatasi, orang Jakarta tidak boleh mudik kalau tidak, mereka bisa saja secara tidak sengaja membunuh orang tua mereka di kampung.

Memang, perkara mudik ini yang paling sulit, karena China dan Italia gagal melakukan tindakan _containment_ alias pencegahan gara-gara ini. Makanya mereka akhirnya melakukan national lockdown.

Biasanya negara-negara yang telat melakukan lockdown ketika dalam sehari yang meninggal mencapai ratusan, itu berarti kita gak belajar dari negara lain. Ketika itu terjadi, sistem kesehatan kita sudah jebol.

Ada terlalu banyak hal yang tidak kita ketahui tentang virus ini. Menganggap bahwa kita berbeda dari negara lain (lebih kebal) adalah kejumawaan yang menyesatkan. Oleh sebab itu, ketika angka kematian per hari kita masih sedikit, solusi terbaik lakukanlah lock down.

Akhirnya Pemerintah Provinsi Banten memberikan instruksi kepada seluruh SMA dan sederajat untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar di rumah, dan kini giliran Pemerintah Kota Tangerang juga melakukan hal yang serupa untuk tingkat TK, SD, SMP dan sederajat pula.

Berita yang didapat mengenai pernyataan Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah, mengatakan keputusan kegiatan belajar di rumah juga mengacu pada keputusan Gubernur Banten yang menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) di wilayah Provinsi Banten terkait virus Covid-19.

Informasi pada setiap wilayah bahwa selama dua pekan ke depan, mulai tanggal 16 hingga 30 Maret 2020, pihak sekolah harus mengganti sementara proses pendidikan siswanya dan mengganti dengan kegiatan belajar di rumah.

"Dinas Pendidikan harus menginformasikan keputusan ini ke seluruh sekolah, supaya para murid terhindar dari penularan virus," kata Arief, Minggu, 15 Maret 2020.

Namun pesan beliau selain menetapkan proses belajar di rumah, Wali Kota juga meminta agar seluruh sekolah membatalkan rencana kegiatan yang dilakukan di luar kelas maupun karyawisata. "Libur bukan berarti bisa jalan-jalan, fokus saja belajar dari rumah," ujarnya.

Ternyata untuk fasilitas umum pun, pihak pemerintah juga akan menutup sementara operasional seluruh taman tematik yang ada di Kota Tangerang demi mencegah terjadinya penularan. "Untuk taman ditutup mulai 15 sampai 30 Maret 2020," tegasnya.

Provinsi Jawa Timur, juga dapat informasi tulisan dari akun Instagram ibu khofifah selaku Gubernur Jawa Timur, "Tetap semangat belajar meskipun harus dilakukan di rumah untuk sementara waktu. Insya Allah, Jawa Timur bisa melalui ini semua. Jangan lupa berdo'a. Semoga sehat semua. Aamiin." Inilah bentuk keprihatinan pada masyarakat khususnya Jawa Timur.

Belum ditemukan obat serta metode penularannya secara pasti terhadap kasus Covid-19. Salah satu upaya yang efektif dan sudah dilakukan di beberapa negara adalah untuk menghentikan laju wabah virus corona dengan penguncian (lockdown).

Lockdown memiliki arti yang sama dengan isolasi. 
Isolasi terkait pencegahan suatu wabah ternyata pernah terjadi di zaman Rasulullah SAW. Isolasi terhadap orang yang sedang menderita penyakit menular pernah dianjurkan Rasulullah.

Di zaman Rasululullah SAW pernah terjadi wabah kusta yang menular dan mematikan sebelum diketahui obatnya. Kala itu, Rasulullah SAW memerintahkan untuk tidak dekat-dekat atau melihat orang yang mengalami kusta atau lepra.

Dalam sebuah hadist, Rasullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda:

‏ لاَ تُدِيمُوا النَّظَرَ إِلَى الْمَجْذُومِينَ

Artinya: "Jangan kamu terus menerus melihat orang yang menghidap penyakit kusta." (HR Bukhari)

Nabi Muhammad SAW juga pernah memperingatkan umatnya untuk tidak dekat dengan wilayah yang sedang terkena wabah. Dan sebaliknya jika berada di dalam tempat yang terkena wabah dilarang untuk keluar.

Seperti diriwayatkan dalam hadits berikut ini:

إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا

Artinya: "Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu." (HR Bukhari)

Dikutip dalam buku berjudul 'Rahasia Sehat Ala Rasulullah SAW: Belajar Hidup Melalui Hadith-hadith Nabi' oleh Nabil Thawil, di zaman Rasulullah SAW jikalau ada sebuah daerah atau komunitas terjangkit penyakit Tha'un, Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam memerintahkan untuk mengisolasi atau mengkarantina para penderitanya di tempat isolasi khusus, jauh dari pemukiman penduduk.

Tha'un sebagaimana disabdakan Rasulullah saw adalah wabah penyakit menular yang mematikan, penyebabnya berasal dari bakteri Pasterella Pestis yang menyerang tubuh manusia.

Jika umat muslim menghadapi hal ini, dalam sebuah hadits disebutkan janji surga dan pahala yang besar bagi siapa saja yang bersabar ketika menghadapi wabah penyakit.

‏ الطَّاعُونُ شَهَادَةٌ لِكُلِّ مُسْلِمٍ

Artinya: "Kematian karena wabah adalah surga bagi tiap muslim (yang meninggal karenanya) (HR Bukhari).
وَاللّهُ أعلَم بِالصَّوَاب

Oleh: Ulfatun Hasanah (Situbondo)

Post a Comment

0 Comments