TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Lagi, pencabulan ! Tersangka kakak kandung

Kasus pekan ini yang sedang heboh diberitakan ialah Adiyanto berusia 35 tahun, yang sedang melakukan pelecehan seksual terhadap adik kandungnya. 

Diselidiki ternyata kakak kandungnya ini salah satu warga Desa/Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo, pelaku dilaporkan Polres Situbondo.

Dalam melakukan aksinya terhadap adiknya yang diketahui masih dibawah umur itu disertai ancaman, 
Laki-laki yang sudah beranak istri itu mengancam akan membunuh korban (adik kandungnya) jika korban menceritakan kepada orang lain.

Perbuatan  bejat tersebut dilakukan di rumah neneknya di Kecamatan Mangaran, Situbondo.  Ketika itu, pelaku memanggil korban agar  dibelikan rokok.
"Saat itulah korban melakukan aksi bejatnya dengan mencium dan korban dipaksa membuka bajunya, namun korban menolak". ujar Ibu korban, adik ini menceritakan semua kejadian kepadanya.

Kasubag Humas Polres Situbondo, Iptu Ali Nuri membenarkan adanya laporan kasus pelecehan seksual terhadap adik kandungnya tersebut. “Untuk mendalami dugaan kasus tersebut, penyidik akan  memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan,”ujarnya.

Sedih, Miris dan rasanya tertampar diri ini, harus dengan apa memperbaiki Aqidah masyarakat yang selalu menyepelekan dosa besar ini. Aturan yang diberlakukan negara nyatanya tak berhasil membuat jera, masih banyak sekali kasus pelecehan juga pencabulan yang terjadi, kesadaran akan dosa dan Azab Allah yang akan ditimpanya telah hilang, atau mereka lupa semua kejadian ataupun perbuatan baik dan buruk yang dilakukan di dunia akan dimintai pertanggungjawaban kelak dihadapan sang pencipta (ALLAH SWT).

Ummat islam semua pasti tahu bahwa berzina merupakan dosa yang sangat besar. Namun hal itu tidak menjadikan manusia takut untuk melakukan zina. Seperti kita lihat sekarang ini, perbuatan zina semakin marak terjadi. Bahkan, bukan lagi di tempat khusus, yang dilakukan oleh orang yang memang bekerja sebagai pelacur, ternyata pelecehan ini malah dilakukan ditempat terbuka (tempat umum) Para remaja bergaul bebas dan sadisnya saudara kandungpun nekad melakukan hal keji seperti ini.

Harus kita pahami, bahwa siapa saja yang berbuat dosa zina akan mendapatkan balasannya. 

Inilah 4 siksaan atau sanksi para pelaku Zina:
1. Tidak akan diajak bicara Allah di hari kiamat,
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda, “Tiga orang yang tidak akan diajak berbicara oleh Allah pada hari kiamat dan tidak akan dilihat serta disucikan, pun bagi mereka adzab yang pedih; seorang tua yang berzina, raja yang pendusta, dan orang miskin yang congkak,” (Diriwayatkan Muslim, An-Nasa’i, dan Ibnu Mandah dari Abu Hurairah).

2. Kekal di dalam Neraka
Abdullah bin Mas’ud berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullahshalallahu alaihi wasallam, ‘Apakah dosa yang paling besar di sisi Allah Ta’ala?’ Beliau menjawab, ‘Yaitu kamu menjadikan sekutu bagi Allah padahal Dialah yang menciptakanmu.’ Sungguh itu sangatlah besar. ‘Lalu apa lagi?’ tanyaku kembali. Beliau menjawab, ‘Yaitu kamu membunuh anakmu karena takut kelak ia makan bersamamu.’ ‘Lalu apa lagi,’ tanyaku lagi. Beliau menjawab, ‘Yaitu kamu berzina dengan kekasih (maksudnya istri) tetanggamu.’

Maka Allah Ta’ala menurunkan pembenaran dari sabda beliau dengan firman-Nya, ‘Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipatgandakan adzab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam adzab itu dalam keadaan terhina, kecuali siapa saja yang bertaubat’,” (Al-Furgan: 68-70) [Diriwayatkan Ahmad, An-Nasa’i, dan Ibnu Hibban dengan lafal ini. Dan diriwayatkan Al-Bukhari, Muslim, An-Nasa’i, Ibnu Hibban, dan Ahmad, tanpa menyebut ayat ini].

3. Dijilat api neraka,
lmam Bukhari meriwayatkan hadis tidur Nabi shalallahu alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Samurah bin Jundub. Dalam hadis itu disebutkan bahwa beliau shalallahu alaihi wasallam didatangi oleh malaikat Jibril dan Mikail.

Beliau berkisah, “Kami berangkat pergi sehingga sampai di suatu tempat semisal ‘tannur’ bagian atasnya sempit sedangkan bagian bawahnya luas. Dari situ terdengar suara gaduh dan ribut-ribut. Kami menengoknya, ternyata di situ banyak laki-laki dan perempuan telanjang. Jika mereka dijilat api yang ada di bawahnya mereka melolong oleh panasnya yang dahsyat. Aku bertanya, ‘Wahai Jibril, siapakah mereka?’ Jibril menjawab, ‘Mereka adalah para pezina perempuan dan laki-laki. Itulah adzab bagi mereka sampai tibanya hari kiamat’,” (Diriwayatkan Al-Bukhari, Ibnu Hibban, Ath-Thabrani, dan Ahmad, dalam hadist panjang dari Samurah).

Para ulama berkata, “Ini adalah hukuman bagi pezina perempuan dan laki-laki yang masih bujang, belum menikah di dunia. Jika sudah menikah walaupun baru sekali seumur hidup, maka hukuman bagi keduanya adalah dirajam dengan bebatuan sampai mati. Demikian pula telah ternaskan dalam hadis dari Nabi bahwasanya jika hukuman qishash ini belum dilaksanakan bagi keduanya di dunia dan keduanya mati dalam keadaan tidak bertaubat dari dosa zina itu, niscaya keduanya akan diadzab di neraka dengan cambuk api.”

Dalam kitab Zabur tertulis, “Sesungguhnya para pezina itu akan digantung pada kemaluan mereka di neraka dan akan disiksa dengan cambuk besi. Maka jika mereka melolong karena pedihnya cambukan, malaikat Zabaniyah berkata, ‘Ke mana suara ini ketika kamu tertawa-tawa, bersuka ria dan tidak merasa diawasi oleh Allah serta tidak malu kepada-Nya’.”

4. Ditempatkan di pintu neraka paling busuk baunya,
Tentang tafsir bahwa Jahannam itu ‘ia memiliki tujuh pintu‘ (Al-Hijr: 44), Atha’ berkata, “Pintu yang paling hebat panas dan sengatannya dan yang paling busuk baunya adalah pintu yang diperuntukkan bagi para pezina yang berzina setelah mereka tahu keharamannya.”

Makhul ad-Dimasyqiy berkata, “Para penghuni neraka mencium bau busuk berkata, ‘Kami belum pernah mencium bau yang Iebih busuk dari bau ini.’ Dijelaskan kepada mereka, ‘ltulah bau kemaluan para pezina’.” Na'udzubillaah.[]

Oleh Ulfatun Hasanah

Posting Komentar

0 Komentar