Konflik India, Bukti Kedzoliman Penguasa


Akhir-akhir ini, India semakin banyak dilanda konflik yang merugikan ummat islam. Contohnya saja pada bulan lalu di India terjadi konflik yang benar-benar menindas umat islam, mereka diboikot oleh pemerintah India hanya karena seekor sapi. Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Karena di India memang identik dengan agama Hindu yang sangat mensucikan hewan seperti sapi, sedangkan disana ada umat muslim yang ketika melaksanakan ibadah Qurban dengan menyembelih sapi. 

Tentu saja, hal ini menimbulkan kemarahan bagi umat agama Hindu di India, hingga tak segan-segan mereka membunuh kaum muslim. 
Apa yang terjadi pada kasus tersebut merupakan bukti kegagalan sistem sekuler demokrasi dalam mengatasi masalah ini. Tindakan pemerintah India sudah menyingkap wajah aslinya, sekulerisme menklaim akan memberikan kebebasan beragama bagi siapa pun, tapi ternyata tidak, justru sekulerisme lah yang sudah memecah belah persatuan umat beragama. 

Berbeda dengan sistem islam yang menjamin hak setiap orang tanpa membandingkan kelompok minoritas maupun mayoritas, yang selalu menegakkan keadilan dan menjunjung tinggi toleransi.

Dalam islam, satu nyawa seorang muslim yang dibunuh tanpa alasan yang haq, maka sama saja dengan menghancurkan satu dunia. Sebaliknya, jika satu nyawa seorang muslim dipelihara, maka seakan-akan telah memelihara satu dunia. Saking berharganya nyawa seorang muslim, islam memberlakukan hukuman qishas bagi orang yang membunuh, atau dengan membayar diyat (denda) dengan 100 ekor unta merah 40 diantaranya sedang bunting, dimana unta merah tersebut merupakan benda paling mahal di jazirah arab pada masa itu, jika diuangkan bisa mencapai milyaran rupiah. 

Jadi, islam sangat menjamin dan menjaga nyawa seseorang. Jika ada satu nyawa yang dibunuh, tapi pemerintah diam maka itu sudah keterlaluan, apalagi jika kita lihat kasus di India yang dibunuh bukan hanya satu orang saja, tapi sampai puluhan orang yang dibunuh tanpa alasan yang haq. Maka, diamnya para penguasa dunia merupakan sebuah kedzoliman. Berharap kepada sistem pengadilan sekuler tidak akan menjamin kehidupan dan keselamatan umat islam. Disini lah pentingnya umat islam untuk berjuang mengembalikan sistem islam yang akan menerapkan syariah islam secara kaffah.[]

Oleh: Ilma (Santriwati Ma'had Darul Bayan Sumedang)

Post a Comment

0 Comments