Kerusakan Nyata Saat Islam Diabaikan (Krisis Moral para Remaja)


Pada awal tanggal bulan (Maret) ini, Indonesia dikagetkan dengan Pembunuhan seorang anak berusia 5 tahun oleh Remaja perempuan berusia 14 tahun. Dimuat dalam Pojoksatau.id, bahwasanya pelaku yang berinisial NF membunuh teman bermainnya yang berinisial A. Kejadian ini terjadi pada hari Kamis, 5 Maret 2020, saat korban sedang asyik bermain, pelaku dengan inisian NF menyuruh korban mengambil mainannya didalam kamar mandi. Ketika korban dalam keadaan jongko untuk mengambil mainan, tiba-tiba, pelaku langsung mendorong sang bocah ke dalam bak kamar mandi. 

Hal ini juga diperjelas oleh pernyataan Heru Novianto selaku Kapolres Metro Jakarta Pusat yaitu “nah pada saat jongko itulah, pelaku melakukan eksekusi dengan cara dicekik dan ditahan di dalam air sehingga korban tidak bisa bernafas sampai 5 menit”. Belum selesai samapai situ, usai korban ditahan didalam air bak mandi. NF (pelaku) melihat korban masih bernafas sehingga pelaku kemudian mencolok mulut sang bocah sembari dimasukkan air.  Karena pelaku takut perbuatan sadisnya itu diketahui oleh orang tuanya. NF akhirnya mengangkat korban menggunakan ember untuk dibawa ke dalam kamarnya, saat didalam kamar, NF (pelaku) melihat ada darah keluar pada mulut korban, sehingga pelaku memasukkan tisu ke dalam mulut korban. Sebelum korban diikat dan kemudian dimasukkan ke dalam lemari. 

Mungkin saja masih banyak orang yang kurang percaya dengan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh remaja perempuan berumur 14 tahun ini, namun hal tersebut merupakan fakta yang harus kita telan secara pahit, bahwa ternyata para remaja Indonesia saat ini sedang darurat moral. Padahal Negara ini merupakan Negara dengan penduduk manyoritas beragama islam, namun hal tersebut tidak membuat kasus-kasus semacam ini tidak terjadi ditengah-tengah masyarakatnya. 

Padahal kalau kita mau kembali pada kisah-kisah islam mengharukan yang didalamnya melibatkan peran kasih sayang seorang perempuan, maka, kita akan terkagum-kagum dengan kasih sayang yang mereka miliki.

Bagaimana ibunda kita Hajar berlari dari bukit Safa kebukit Marwah, terus berlari dengan linangan air mata dan rasa kasih sayang yang begitu besar terhadap putranya ismail, terus berlari, hingga genap tujuh kali ibunda kita naik turun di antara bentangan dua kaki bukit Safa dan Marwah dan Allah SWT balas rasa letih dan kasih sayang itu dengan air Zamzam yang terkumpul untuknya. 

Bagaimana bentuk kasih sayang Fatimah az-Zahra saat ia mengangkat kotoran-kotoran hewan yang dilempar oleh Abu Jahal dan gerombolannya ketika Rasul sedang melaksanakan sholat didekat kakbah. Dari kisah-kisah ini seharusnya kita dapat mencontoh bagaimana seharusnya seorang perempuan memiliki sifat dominan kasih sayang yang luar biasa. 
Selain itu rasa malu pada perempuan merupakan sebuah fitrah dan sifat yang tidak dapat dipisahkan. 

Menurut Imam Nawawi. Dalam kitab Riyadush shalihin, bahwa rasa malu itu adalah sebuah akhlak yang muncul dari dalam diri untuk meninggalkan suatu keburukan, menghentikan kelalaian dan munculnya perilaku buruk kepada orang lain.  Jika rasa malu ini telah luntur pada diri perempuan maka, sifat-sifat dasar yang dimiliki oleh perempuan akan hilang, dan sikap-sikap negatif akan mendominasi hingga muncul penyebab-penyebab Kriminal yang terjadi pada saat ini. 
Fakta berikutnya yang harus kita ungkap adalah pelaku dengan inisial NF ini, melakukan tidakan  pembunuhan karena terinspirasi oleh sebuah Film yang ia tonton.

Ternyata apa yang kita dapatkan dari tontonan, bacaan dan informasi-informasi lainnya, yang di peroleh dan didapatkan secara bebas oleh semua kalangan melalui sosial media. Dapat mempengaruhi pola pikir dan pola sikap seseorang. Hal ini terbukti dari kasus yang terjadi di Indonesia. 

Misalnya tontonan, bacaan dan informasi-informasi yang dikonsumsi oleh kebanyakan remaja adalah dari barat, korea dan Negara-negara lain yang menghalalkan kebebasan dalam setiap linih kehidupannya. Maka akan tercipta pola pikir dan pola sikap seperti apa yang mereka dapatkan. Tidak mengherankan jika banyak sekali kasus pergaulan bebas, norkoba dikalangan para remaja, terjadinya pelecehan seksual, kurang hormatnya para pelajar kepada guru, pengbulyyan yang semakin marak dan bahkan pembunuhan yang dilakukan seorang remaja perempuan kepada anak balita. 

Kalau kita mau berbalik dan melihat bagaimana generasi-generasi gemilang terlahir dari majelis-majelis ilmu. Dimana Rasul dan para sahabat berkumpul di rumah seorang sahabat bernama Arqam bin Arqam untuk mendapatkan informasi dan saling berdiskusi. Ada juga Muhammad Al-Fatih, sang penakluk Konstantinopel yang juga lahir dari pembinaan majelis ilmu dengan gurunya Aa’Syamsudin. Disini pulalah mereka dapat melahirkan sikap, adab dan akhlak yang baik melalui Rasulullah dan para ulama-ulama yang menjadi guru-guru mereka, karena pendidikan didalam islam bukan hanya trasfre of knowledge saja tetapi transfer of character/adab. 

Islam merupakan agama sempurna yang mengatur segala aspek kehidupan manusia yang langsung Allah SWT turunkan melalui utusannya Rasulullah, terbukti selama 13 abad peradapan Islam Berjaya didunia. 

Semua permasalahan-permasalahan yang terjadi hari ini, islam punya solusinya.Hal ini sudah diabadikan oleh Allah SWT di dalam Al-Qur’an :

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridai Islam itu jadi agama bagimu”(QS. Al-Maidah: 3)

“Kemuadian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui” (QS. Al-Jatsiyah: 18)

Seharusnya kita sebagai seorang muslim wajib menjalankan semua aturan-aturan yang sudah Allah SWT tetapkan pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sehingga akan tercipta Islam Rahmatan-lil-alamin. 

Namun jika kita melalaikan atau bahkan tidak menghendaki hukun-hukum Allah SWT ini diterapkan, maka bersiap-siaplah akan kembali dan terus menerus kasus-kasus ini terjadi serta kerusakan lebih nyata lagi di dunia terlebih siksaan paling pedih diakhirat kelak, sebagaimana telah Allah SWT firmankan :

“Telah ampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagaian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS. Ar-Rum: 41)
“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta” (QS. Thaha: 124).[]

Oleh : Suci Dwi Oktavianti

Posting Komentar

0 Komentar