TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Kawasan Industri Atau Covid-19 ?

Ditengah kondisi masyarakat dan negara yang tergoncang karena wabah Covid-19 saat ini, dibutuhkan peran negara baik pusat maupun daerah untuk fokus dalam penanganan wabah yang semakin mengganas.

Perhatian pemerintah daerah Kabupaten Tabalong dalam menyiapkan lahan seluas 30.000 hektare untuk kawasan industri perlu di analisa kembali, pertama dari sudut pandang kawasan industri itu sendiri dan kedua dari seberapa penting kawasan industri ditengah wabah covid-19 saat ini.

Sebagaimana yang diberitakan oleh Antara News bahwa Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan telah menyiapkan lahan seluas 3.000 hektare sebagai kawasan industri guna menyokong Ibu Kota Negara (IKN) yang baru di Kalimantan Timur.(https://kalsel.antaranews.com/berita/153634/tabalong-siapkan-3000-hektare-kawasan-industri-sokong-ibu-kota-negara).

Kawasan industri sebagai program untuk membuka kawasan investasi bagi para pengusaha baik lokal maupun Asing akan membuat penguasaan terhadap Sumber Daya Alam semakin dikuasai oleh para Kapital (pemilik modal) dan masyarakat hanya akan mendapatkan remah-remah dari program tersebut. 

Kedepannya, para Kapital (pengusaha lokal maupun Asing) menjadi penguasa atas Sumber Daya Alam yang notabenenya milik rakyat, kesejahteraan yang diidamkan tidak pernah terwujud karena sejahtera hanya milik para penguasa dan penguasa, kerusakan lingkungan semakin besar dan dampak sosial seperti gaya hidup dan moral semakin rusak.

Yang kedua, ditengah wabah covid-19 yang semakin mengganas, korban yang semakin banyak berjatuhan maka perhatian utama penguasa baik pusat maupun daerah adalah mengerahkan segala kemampuan untuk menanggulangi wabah tersebut dengan melakukan lockdown. Menutup semua akses keluar masuknya penyebaran virus, wajib menjamin penyediaan fasilitas kesehatan bagi korban dan tenaga medis dengan APD yang sesuai standar, menjamin kebutuhan setiap masyarakat dalam kondisi lockdown, dan menjaga stabilitas ekonomi karena kondisi ini pasti akan mempengaruhi stabilitas ekonomi dan mental masyarakat sehingga penguasa juga memberikan informasi dan sosialisasi yang benar kepada masyarakat sehingga tidak muncul kepanikan.

Solusi tersebut membutuhkan dana yang sangat besar, disinilah peran negara untuk memanfaatkan semua Sumber Daya Alam yang dimiliki untuk membiayai kebutuhan selama lockdown. Penguasa tidak boleh lemah dan berada dibawah tekanan pihak luar dalam menghadapi masalah negara termasuk wabah yang terjadi saat ini.
Maka perhatian dan anggaran untuk menyiapkan kawasan industri yang bertujuan untuk menyokong IKN harus di alihkan untuk menjalankan langkah lockdown sebagai penjaminan dan perlindungan bagi warga negara yang wajib dijalankan oleh negara di masa wabah pandemi saat ini.

Syariat Islam secara kaffah telah menjelaskan secara gamblang bagaimana wajibnya lockdown dimasa pandemi juga secara jelas dan tegas menghukumi bahwa Sumber Daya Alam adalah milik umat maka tidak boleh di privatisasi.
Juga wajibnya negara melindungi dan mengurusi setiap individu warga negara karena pemimpin atau imam adalah raa'in sebagaimana hadits riwayat imam al-Bukhari yang menyatakan bahwa “Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR al-Bukhari). Wallahu a'lam.[]

Oleh Dwi Astuti Rewpa

Posting Komentar

0 Komentar