Islam Solusi Tuntas Masalah Keluarga

Nyaris setengah juta pasangan suami istri (pasutri) di Indonesia cerai sepanjang 2019. Dari jumlah itu, mayoritas perceraian terjadi atas gugatan istri, total di seluruh Indonesia sebanyak 485.223 pasangan melakukan perceraian. (news.detik.com)

Meningkatnya angka perceraian setiap tahun membuktikan bahwa sistem yang diterapkan oleh rezim hari ini telah gagal untuk memberikan solusi tuntas atas permasalahan keretakan keluarga. 
Perselisihan dan faktor ekonomi menjadi penyebab utama terjadinya perceraian. Hal ini tidak bisa hanya dituntaskan dengan solusi edukasi kepada calon pasutri saja, tapi butuh dukungan serta perhatian yang besar dari negara.

Bagaimana sebuah negara bertanggung jawab penuh dalam mengurusi urusan rakyatnya, mulai dari urusan sangan, pangan, dan papan. Begitu juga dengan pendidikan, kesehatan, serta keamanan masyarakatnya. Tidak sampai disitu, negara juga bertanggung jawab untuk menuntun setiap individu masyarakat untuk taat pada syari’at. Sehingga penyebab permasalahan perceraian yang paling utama tadi bisa teratasi.

Namun, sistem yang diterapkan negara hari ini, tidak menjadikan sebuah negara bertanggung jawab dalam mengurusi permasalahan masyarakat, khususnya keluarga. Negara hari ini telah abai pada urusan masyarakat, sehingga wajar ketika selalu gagal dalam memberikan solusi kepada suatu permasalahan yang terjadi, bahkan bukannya menghentikan permasalahan, tapi menambah permasalahan yang baru.

Maka, hanya dengan diterapkannya sistem Islam lah satu-satunya solusi tuntas permasalahan keluarga hari ini. Karena negara di dalam Islam, tujuannya adalah untuk mengurusi urusan masyarakat, mulai dari memastikan adanya lapangan pekerjaan untuk para ayah yang berkewajiban mencari nafkah, sehingga menuntaskan permasahan faktor ekonomi yang kurang di dalam keluarga.

Kemudian negara di dalam Islam juga memastikan individu masyarakat untuk taat syari’at sedari kecil, sehingga kepada calon pasutri mereka sudah lebih siap ketika berumah tangga karena memahami kewajiban masing-masing, dan tidak mudah untuk melakukan perceraian. Wallahu a’lam.[]

Oleh Nur Fadhillah

Posting Komentar

0 Komentar