Derita Kashmir Derita Umat Islam Dunia


Saat ini umat Islam dimanapun ibarat satu tubuh, jika salah satu anggota tubuh sakit maka seluruh tubuh ikut merasakannya. Umat Islam dimanapun berada saat ini selalu di tindas oleh pihak kafir. Masih hangat berita tentang derita saudara kita yang berada di India. 

Seperti yang diberitakan bahwa kekerasan di Delhi India di picu setelah umat muslim yang memprotes Undang-undang Kewarganegaraan diskriminatif diserang oleh masa Hindu. Lebih dari 200 orang terluka selama 4 hari. Kekerasan di daerah berpenduduk Muslim di Timur Laut Delhi.   https://www.muslimahnews.com/2020/02/27/india-sungguh-zalim-tragedi-kekerasan-terburuk -bagi-muslim-di-india
Kashmir merupakan salah satu wilayah yang disengketakan oleh India dan Pakistan. Relasi kedua negara bahkan tengah merenggang menyusul bentrokan yang kembali terjadi di perbatasan India-Pakistan di Kashmir belakangan ini,CNN Indonesia.

Sikap PM India, Narendra Modi, jelas mewakili pemimpin dunia saat ini. Kebijakan yang dikeluarkan penuh kebencian terhadap Islam. Janjinya untuk menyatukan India usai memenangkan Pemilu Mei 2019 hanya omong kosong. Kejahatan Modi berulang kembali saat 12 Desmber 2019, amandemen UU Kewarganegaraan (Citizenship Amendment Act/CAA) disahkan. Kenekatan Modi yang disinyalir bakal mengubah Negara Hindu membuat kerusuhan kemali meletus di New Delhi sejak Senin (24/2/2020) yang mengakibatkan 33 korban tewas, lebih dari 200 orang terluka, 2 masjid terbakar, berbagai fasilitas umum dan pribadi hancur. Anehnya polisi Delhi tidak dapat berbuat banyak untuk menghentikan kekerasan. (https://www.muslimahnews.com/2020/02/27/muslim-dizalimi-india)

Tak bisa dipungkiri, kerusuhan ini adalah konflik beragama yang dipicu Islamofobia, hingga mengakibatkan tindakan yang luar biasa kejam terhadap muslim India. Rekaman media sosial menunjukkan kelompok-kelompok meneriakkan “Jai Shri Ram” (slogan agama Hindu) dan menyerang lingkungan muslim. pendekar HAM Donald Trump mengatakan “sejauh mengenai serangan individu, saya mendengarnya, tetapi saya tidak membicarakannya dengan dia (PM Modi), itu terserah India.” Begitulah kaum kafir hanya peduli pada HAM yang menguntungkan perolehan material kapitalistik saja. Mereka dengan entengnya menganggap kaum muslimin radikal, ekstrimis, dan intoleran. 
Banyaknya kerusuhan yang dialami saudara kita seiman di berbagai belahan dunia bukti bahwa anggota tubuh itu telah dicerai-beraikan oleh pihak asing yang tidak menginginkan kaum muslim bersatu. 

Bagaimana Islam memandang permasalahan ini? Islam bukan sekedar agama, tapi sebuah ideologi yang mengatur seluruh permasalahan umatnya. Dalam salah satu hadistnya, Rasulullah Muhammad Saw bersabda: “Islam itu tinggi dan tidak ada sesuatupun yang lebih tinggi darinya.” Sabda Rasulullah ini menerangkan bahwa Islam adalah din yang utuh dan sempurna. 

Agama yang ada di dunia hanya mengatur aspek ritual dan spiritual dan menjauhkan diri dari aspek politik. Karena itu agama-agama dan ideologi selain Islam akan saling menghancurkan atau akan saling bergandengan. Misalnya agama Kristen tidak mengajarkan bagaimana mengatur pemerintahan, maka ia membutuhkan ideologi  Kapitalisme yang darinya terpancar demokrasi untuk mengatur pemerintahannya. Sedangkan Islam sangat berbeda dengan seluruh agama dan ideologi di dunia. Islam diturunkan dalam keadaan utuh dan lengkap. Islam adalah penebar rahmat bagi seluruh manusia, bukan hanya kaum muslim, tetapi juga umat lain. Tercatat dalam sejarah, tatkala kawasan Sicilia di Eropa berada dalam pengakuan Islam semasa Khalifah Ziyadat Allah I, Sicilia menjadi kawasan yang penuh berkah bagi umat non_Islam.  

Betapa tidak di Sicilia terdapat beragam suku dan etnis seperti Sicilia, Arab, Yahudi, Barbar, Persia, Tartar dan Negro berbaur dalam keharmonisan. Tidak ada satupun pembantaian terhadap penduduk yang beragama Nashrani, walau mereka minoritas. Bahkan penduduk asli Sicilia yang Nashrani justru dilindungi dan dihormati kebebasannya dalam menjalankan aktivitas peribadatan. Penguasa muslim hanya membebankan jizyah atas penganut agama Nashrani. Hak milik dan usaha mereka dilindungi, demikian pula dengan warga Yahudi. 

Penguasa muslim menghormati hak hidup dan melindungi kebebasan umat beragama lain dalam menjalankan ibadah. Kondisi sebaliknya justru terjadi saat ini, umat Islam ditindas tanpa ampun dan sitematis oleh sistem kapitalis penguasa dunia. Ketika umat Islam minoritas mereka dibantai sebagiaman yang terjadi di Palestina, Uighur, Kashmir, dll. 

Mayoritas muslim menjadi bulan-bulanan musuh-musuhnya. Wahai kaum muslimin realitas sejarah telah menunjukkan keunggulan dan keagungan perisai umat Islam. Mengembalikan perisai adalah wajib bagi kaum muslimin menurut para ulama, tentu berdsarkan ijtihad mereka saat menggali nash-nash syariah (Al Qur’an dan Sunnah). 

Karena itulah di tengah kebobrokan sistem Kapitalisme-sekular saat ini, mengembalikan perisai adalah urgen saat ini, baik secara rasional maupun syar’i, hanya dengan perisai itulah satu-satunya yang bisa menerapkan hukum-hukum syariah secara total dalam kehidupan. Allah Swt berfirman: “fahkum baynahumm bimaa anzalallah wa la tattabi’ ahwaaahum” yang artinya “putuskanlah perkara mereka menurut apa yang telah Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka” .(Qs. Al-Maidah:48) dan firman Allah Swt yang berbunyi: “ wa anihkumm baynahumm bimaa anzalallahu wa laa tattabi’ahwa ahum” yang artinya “ hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang telah Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka.” (Qs. Al-Maidah:49). 

Setelah runtuhnya Khilafah Utsmani, umat Islam pada tahun 1924 terkotak-kotak menjadi beberapa negara. Umat Islam saat ini diIbaratkan seperti anak ayam yang kehilangan induknya, tidak punya pelindung. Masing-masing negara tersekat dengan ide Nasionalisme.cobalah menelaah sejarah secara fair. Jelas iSlam tidak mungkin bertindak brutal, karena Allah Swt melarang kezaliman dan Rasulullah juga memerintahkan setiap muslim berlaku adil pada nonmuslim. Menempatkan mereka secara beradab, karena Islamadalah agama paling sempurna dan akan terlihat kesempurnaannya jika khilafah yang menjadi pelaksananya. Wallahu a’lam bishawab.[]

Oleh Tatik Zakrina



Posting Komentar

0 Komentar