Cara Unik Kenalkan Politik ke Umat

sumber gambar:victorynews.id

Pembahasan mengenai politik tidak akan pernah habisnya sebab politik bercampur dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial. Politik tidak hanya sebatas diskusi akademik dan politik juga bukan sekedar pengetahuan. Hakikatnya politik adalah mengurus segala persoalan manusia dengan mengaktualisasikan pemikiran dan hukum dalam segala aspek kehidupan, jika politik Islam jelas yang menjadi standarnya dalam menghukumi fakta adalah Islam. Pada dasarnya dalam Islam politik itu sesuatu yang mulia sebab politik dalam Islam mengurus urusan umat, perbaikan, pelurusan, menunjukkan pada kebenaran serta menuntun menuju kebaikan. 

Politik dan Islam sesuatu yang tidak dapat terpisahkan karena Islam adalah agama yang menyeluruh, Islam politik juga telah dicontohkan oleh Rasulullah sebagaimana Rasul menjadi kepala negara di Madinah yang mengatur urusan dalam dan luar negeri untuk meratakan dunia dengan Islam, dengan penerapan hukum Islam secara keseluruhan dalam negeri sehingga negara ini (Daulah) memiliki kekuatan politik luar negeri. Namun saat ini kata “politik” seolah juga dikaburkan dari makna yang sesungguhnya, sangat jelas tujuanya agar kaum muslim jauh dari politik. Sesuatu hal paling ditakutkan musuh-musuh Islam adalah munculnya kesadaran politik kaum muslim. Kesadaran yang menghadirkan keyakinan bahwa hanya Islamlah agama dan ideologi yang lengkap dan pantas dijadikan sebagai dasar berpolitik. Sehingga politik identik dengan sesuatu yang kotor karena didasari oleh ideologi kapitalisme yang berasaskan manfaat. Menjadikan politik sebagai alat untuk memperoleh keuntungan materi sebanyak-banyaknya demi mempertahankan kekuasaan. Menghalalkan berbagai macam cara, memiliki sifat pragmatis adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan dari politik ini. 

Sadar atau tidak kita berada pada satu masa bahwa kebohongan dapat menyamar menjadi kebenaran atau post truth walau sebenarnya istilah ini sudah lama sekali digunakan. Sulit sekali mencari kebenaran, umat selalu dibuat buram dengan fakta-fakta yang ada sehingga menimbulkan kebingungan yang akut. Belum lagi era informasi berbasis digital yang didominasi dengan informasi yang unfaedah, sehingga akan meminimkan edukasi tentang politik walau pada dasarnya adalah pembasahan yang cukup berat. Menulis adalah satu cara untuk menebar aksara menembus ruang dan waktu dengan singkat dan cepat, kekuatan aksara dengan muatan politik akan memberikan opini tandingan dalam membongkar makar politik kotor yang tidak berlandaskan Islam. Menulis politik berarti harus memahami setiap peristiwa dan berita serta memahami apa yang ditunjukkan dengan maksud tertentu sehingga dapat mengedukasi masyarakat dengan politik Islam agar tidak apatis dengan pembahasan politik. Kita sebagai kaum muslim juga harus mengambil bagian dengan menciptakan arus dengan aliran yang benar dan kuat sebagai bentuk syiar politik Islam. Menulis politik juga dapat menjadi salah satu ikhtiar untuk membangunkan jiwa-jiwa kaum muslim lintas ruang bahwa merdeka saja tidak lantas membuat kita dapat meraih perubahan karena hanya dengan keagungan Islam sebagai agama dan ideologi dalam kehidupan yang dapat membuat kebangkitan yang mendasar. 


Sehingga tidak ada cara lain, selain bagaimana kita dapat merebut opini publik dengan tulisan politik dengan beberapi tips berikut:

1. Mengenali medan pertempuran opini publik. Jika menulis sudah pasti bahwa medan pertepuran kita adalah media, tulisan-tulisan dimuat dalam media elektronik maupun media masa. Hal mesti diperhatikan adalah media orang-orang sekuler akan memberitakan sesuatu yang sepemahaman dengan ide dan nilai yang mereka anut dan memberitakan sesuatu berdasarkan sudut pandang tersebut.

2. Mampu berpikir  dan analisis politik, bagi seorang penulis yang membuat tulisan bermuatan politik hal ini sangat diperlukan agar mampu merinci setiap peristiwa dan berita untuk kemudian memahami arah dan tujuanya. Meskipun penerapan berpikir politik idealnya harus dilakukan oleh negara karena adalah institusi pelaksana hukum, ketika negara tidak memilikinya maka sekelompok orang harus mampu melakukanya agar tujuan pemeliharan, pengurusan hingga untuk bergerak mewujudkan sebuah sistem yang menganut Islam secara keseluruhan.  

3. Memiliki sudut pandang yang tajam, khas dan konsisten. Berstandarkan Islam inilah sudut pandang yang harus dimiliki oleh seorang penulis politik karena dengan kekhasan pemikiran Islam maka tulisan ini akan mudah dikenali yang memiliki konsistensi dalam setiap solusi yang ditawarkan dalam setiap permasalahan.

4. Teruslah menulis jangan pernah lelah. Menulis dengan konsisten dalam menghadirkan fakta beserta kritikan yang sesuai realitas akan membuat pembaca terbiasa membaca tulisan tersebut. Banyaknya penulis dengan muatan politik Islam maka tulisan ini juga akan mendominasi dalam pembentukan opini publik.


Dakwah dengan tulisan merupakan salah satu cara untuk dapat membangkitkan pemikiran kaum muslim dan bersiaplah menjadi penulis dengan muatan politik agar dapat menguasai opini publik melalui tulisan.[]

Oleh Fira Faradillah (Intelktual Muslimah Pemerhati Politik)

Post a Comment

0 Comments