Banyak Peminat, Harga Jahe Mahal ! Apa Sebabnya?


Diketahui belakangan ini harga jahe meningkat drastis, biasanya hanya Rp30.000 saja kini menjadi Rp 80.000/kg, bahkan harga jahe merah di Jakarta melonjak hingga Rp90.000/kg, hal ini dikarenakan adanya wabah virus corona yang telah hadir di Indonesia, khususnya kota Jakarta. 

Salah satu penjual dipasar mengatakan "Sekarang jahe lagi mahal harganya Rp60.000 per kg, padahal sebelumnya hanya Rp20.000, ia mengaku heran dengan kenaikan harga tersebut,
"Saya juga bingung kenapa naik banget, mungkin sedang ada wabah virus corona kata orang-orang bisa menjadi penangkal virus," jelas Aceng.

Beberapa hari terakhir ini muncul berita yang menyebutkan bahwa jahe merah sebagai herbal yang berkhasiat meningkatkan kekebalan tubuh untuk melawan virus corona (Covid-19), sehingga pernyataan ini menjadi viral dan membuat masyarakat memburu jahe merah.

Juga, Guru Besar Universitas Airlangga dan Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin, Chairul Anwar Nidom, mengatakan virus corona dapat ditanggulangi dengan obat herbal yang mengandung curcumin. Zat tersebut terdapat pada empon-empon yang kerap digunakan sebagai bumbu masak, seperti jahe, temulawak, kunyit, dan lain-lain.
"Pada dasarnya virus corona ini merupakan satu kingdom dengan influenza yang bisa ditangkal atau dicegah dengan curcumin," kata Nidom.
(Beritajatim.com)

Faktanya memang kurkumin mampu meningkatkan kekebalan tubuh sehingga daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit meningkat.

Tidak ada salahnya memang untuk mengonsumsi jahe sebagai penangkal virus corona. Ini memang karena kandungan kurkumin pada jenis tumbuhan rimpang itu.

Namun, satu hal yang perlu diingat bahwa jahe sebenarnya tidak terlalu spesifik untuk mencegah virus corona.

Jadi, mengonsumsi jahe merupakan sebagai bagian dari usaha meningkatkan imunitas tubuh, boleh saja dikonsumsi setiap harinya, hal ini merupakan suatu upaya agar bisa terhindar dari berbagai macam virus yang merugikan diri sendiri.

Wabah penyakit terjadi juga di zaman Rasulullah SAW meski bukan virus corona. Wabah tersebut salah satunya kusta yang menular dan mematikan sebelum diketahui obatnya. Nabi Muhammad memerintahkan tidak boleh dekat-dekat atau melihat orang yang mengalami lepra atau leprosy.

Doa anjuran Nabi :
‏ لاَ تُدِيمُوا النَّظَرَ إِلَى الْمَجْذُومِينَ‏
Artinya: "Jangan kamu terus menerus melihat orang yang menghidap penyakit kusta." (HR Bukhori)

Hadist ini dinilai hasan dan sesuai bakteri penyebab kusta yang ternyata mudah menular antar manusia, Nabi Muhammad SAW juga pernah memperingatkan umatnya jangan berada dekat wilayah yang sedang terkena wabah.

Ini Hadistnya:
إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا

Artinya: "Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu." (HR Bukhari)

Hadist ini mirip metode Lock down yang kini dilakukan di indonesia untuk mencegah penyebaran penyakit. 

Menghadapi situasi tersebut, Nabi Muhammad SAW meminta pengikutnya untuk sabar sambil berharap pertolongan dari Allah SWT. 

Dalam hadist juga disebutkan janji surga dan pahala bagi yang bersabar saat menghadapi wabah penyakit.

Berikut ini Hadistnya:
‏ الطَّاعُونُ شَهَادَةٌ لِكُلِّ مُسْلِمٍ

Artinya: "Kematian karena wabah adalah surga bagi tiap muslim (yang meninggal karenanya). (HR. Bukhori)

Wabah penyakit sejatinya tidak pernah diharapkan muncul hingga mengakibatkan kekhawatiran. Namun selalu ada alasan yang mengakibatkan wabah penyakit muncul dengan dampak yang tidak bisa diperkirakan.

Menghadapi kondisi ini, ada baiknya mengamalkan doa seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW dalam berbagai hadist.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ وَالْجُنُونِ وَالْجُذَامِ وَمِنْ سَيِّئِ الأَسْقَامِ

Arab latin: Allahumma inni a'udhu bika minal-barasi, wal- jununi, wal-judhami, wa min sayyi'il-asqami'

Artinya: "Ya Allah, aku mencari perlindungan kepadamu dari kusta, kegilaan, kaki gajah, dan penyakit jahat. (HR Abu Daud)

Hadist yang diriwayatkan Anas bin Malik tersebut mendapat kategori shahih. Selain berdoa dan melaksanakan ibadah lain, tentu upaya pencegahan lain harus dilakukan menghadapi wabah penyakit.

Sesuai saran pemerintah, untuk mencegah infeksi virus corona sebaiknya selalu menggunakan masker saat beraktivitas. Selain itu jaga kebersihan dengan rajin cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Langkah selanjutnya adalah segera ke dokter bila terjadi penurunan fungsi tubuh, terutama jika baru pulang dari Wuhan atau China.[]

Oleh: Ulfatun Hasanah (Situbondo)

Posting Komentar

0 Komentar