TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Virus Corona Meluluhkan Pamor Kedigdayaan China

Presiden China Xi Jinping mengatakan bahwa tidak ada negara mana pun yang dapat menghentikan kebangkitan China saat ini. Hal itu ia katakan dalam pidato memperingati 70 tahun Partai Komunis Tiongkok berkuasa pada hari Selasa (1/10/2019).

"Tidak ada kekuatan yang dapat mengguncang fondasi negara besar ini. Tidak ada kekuatan yang bisa menghentikan orang-orang China dan bangsa China untuk terus maju," ujar Xi dalam bahasa Mandarin, seperti dilansir CNBC.

Tidak lama berselang, Presiden China Xi Jinping mengadakan pertemuan dengan elite Partai Komunis China saat Tahun Baru Imlek. Dalam pertemuan, mereka membahas wabah virus corona yang melanda negaranya dan Xi Jinping menyebut penyebaran virus yang cepat menjadikan China dalam situasi yang serius.

Virus corona telah menyebar ke beberapa negara selain Cina. Hampir setiap hari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menerima laporan kasus baru di sejumlah negara. Hingga Kamis (6/2/2020), di Cina, setidaknya 490 orang meninggal dunia karena coronavirus.

Setidaknya 24.324 orang telah terinfeksi di seluruh daratan negara itu. Puluhan kasus juga telah dikonfirmasi di beberapa negara di kawasan Asia-Pasifik serta Eropa, Amerika Utara dan Timur Tengah. negara dan wilayah yang sejauh ini telah mengkonfirmasi kasus virus corona baru, sebagaimana diwartakan Aljazeera adalah Amerika serikat, Australia, Belgia, China, Filiphina, Finlandia, India, Inggris, Italia, Jerman, Jepang, Kamboja, Kanada, Korea Selatan, Malaysia, Nepal, Prancis, Rusia, Singapuara, Sri Lanka, Spanyol, Swedia, Taiwan, Thailand, Uni Emirat Arab dan Vietnam. Jadi Lebih dari 26 negara tercatat terinfeksi virus corona.


Turunnya Pamor Kedigdayaan China

Lebih dari sedekade terakhir Negara China melejit menjadi negara yang sangat kuat bahkan melebihi negara-negara Eropa, Jepang, Korea dan menjadi ancaman sangat serius bagi hegemoni AS di dunia baik urusan ekonomi maupun politik internasional. Sengitnya perang dagang antara mereka dan rezim Trump menjadi bukti "kedigdayaan" China.

Dengan kekuatan anggaran menjadikan China sebagai raksasa ekonomi dunia. Inisiasi OBOR/ BRI yang membentang dari Eropa, melintasi Afrika hingga Asia Timur Jauh menggambarkan ambisi sekaligus kekuatan China yang "mengerikan". Pemerintahan Xin Jinping seolah begitu mudah mendikte negara lain semisal menerapkan skema Turnkey Project yang notabene sangat merugikan negara-negara yang bekerja sama dengan mereka, termasuk di negeri ini.

Namun kali ini kehebatan Negara dihadapkan pada ganasnya wabah virus Corona. Gambaran fakta pada kutipan di atas menunjukkan betapa serius kasus ini. Saat wabah SARS pada 2003 lalu saja mereka menderita kerugian lebih dari USD 40 miliar. Menjadi menarik dinantikan apakah ketahanan ekonomi dan politik negara komunis ini mampu menundukkan ganasnya 'kekuatan alam' yang direpresentasikan makhluk super kecil bernama virus Corona.

Akhir Januari lalu, CNN melaporkan sejumlah sektor penting di Cina
Penyebaran virus corona telah membuat sejumlah bisnis China tutup dan negara-negara di dunia melakukan pembatasan perjalanan. China menghadapi keterasingan global ketika sejumlah negara memberlakukan larangan perjalanan dan mengevakuasi warganya. Selain itu, maskapai penerbangan internasional menangguhkan penerbangan ke China. Hal itu berisiko memperburuk perlambatan ekonomi China.

Menteri Keuangan Hong Kong, Paul Chan mengatakan, risiko kontraksi ekonomi dapat berlanjut ke dalam ekonomi kawasan. Menurutnya, sektor katering, ritel, pariwisata, dan konsumen yang telah terpukul dalam enam bulan terakhir akan terjatuh lebih dalam.

Cina juga belum mengeluarkan pernyataan resmi tentang kerugian ekonomi dari wabah virus Corona. Cina masih bertarung untuk mencegah penularan virus yang jumlah korbannya sudah melebihi kasus SARS delapan tahun lalu.

Namun, CNN melaporkan Cina mengalami kerugian sekitar US$ 60 miliar dalam kuartal pertama 2020 akibat wabah virus Corona. Angka yang fantastis.[]

Oleh
Alin FM
Praktisi Multimedia dan Penulis

Posting Komentar

0 Komentar