'Smart Village' Wujudkan Mimpi 'Smart City'?


Pemkab Bojonegoro sedang getol mewujudkan program Smart City. Melalui acara Focus Group discusion (FGD) bertema 'Desa Grebek Kota', Bupati Bojonegoro mengatakan, konsep Desa Grebek Kota adalah sumbangsih tentang teknologi, pemikiran, gagasan, ide, dari masyarakat Desa yang berpartisipasi dalam pembangunan untuk hadapi revolusi industri 4.0. 

Ismail Fahmi, programer dan pakar media sosial menambahkan, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan, yang pertama adalah generasi muda sebagai pelaku yang berkompeten yang terdiri komunitas IT, mahasiswa dan para ahli sebagai mentor, kedua komitmen Pemerintah Daerah untuk menjadi smart city dengan pondasi smart village (desa cerdas). 

Upaya Pemkap Bojonegoro membangun smart village sebagai fokus utama pengembangan mampukah mewujudkan mimpi smart city? Dimana smart city mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses tata kelola dan operasional sehari-hari guna meningkatkan efisiensi, membagikan informasi kepada publik, hingga memperbaiki pelayanan kepada masyarakat untuk peningkatan kesejahteraan.

Adapun hal-hal yang menjadi poin penting yang harus diperhatikan adalah:

Pertama, tentunya hal vital yang dibutuhkan dan harus disediakan, adanya akses internet yang mumpuni hingga ke pelosok desa untuk kelancaran dalam mengakses seluruh informasi yang telah terprogram dalam satu kesatuan sistem informasi. Smart City membutuhkan jumlah bandwith yang besar untuk mengintegrasikan berbagai perangkat elektronik sehingga dapat mengirimkan data dan sinyal. Jadi sudah mampukah tersedia dengan kecepatan tinggi bebas hambatan?

Kedua, atas kebutuhan cloud computing Pemkab Bojonegoro menggandeng start up terkemuka di dunia AWS (Amazon Web Service) sebagai cloud provider. Amazon Web Services adalah sekumpulan layanan-layanan berbasis Cloud Computing yang di sediakan oleh Amazon yang merupakan perusahaan teknologi multinasional Amerika yang berbasis di Seattle, Washington, yang berfokus pada e-commerce, komputasi awan, streaming digital, dan kecerdasan buatan. Perlu diperhatikan penggunaan sistem cloud computing berarti mempercayakan sepenuhnya atas keamanan dan kerahasiaan seluruh data-data yang tersimpan dalam cloud computing kepada cloud provider. Maka dibutuhkan keyakinan akan keamaan dan kerahasiaan seluruh data-data?

Ketiga, rencana membidik generasi muda sebagai motor penggerak program ini tidak bisa hanya sekedar mampu membuat mereka menguasai teknologi informasi. Namun generasi muda juga harus memiliki benteng keimanan yang didasarkan pada ideologi yang shohih yaitu Islam. Namun saat ini pemanfaatan media sosial malah menjadi corong penyebaran sekulerisme-liberalisme yang menjadikan generasi muda semakin hedonis dan individualis. Alih-alih menjadi generasi yang berkepribadian Islam, tetapi semakin cenderung pada gaya hidup sekuler.

Keempat, pengembangan smart city dengan menjadikan smart village sebagai pondasi akan sangat sulit dirasakan hasilnya oleh masyarakat desa, dimana saat ini yang nyata dirasakan masyarakat adalah susahnya memenuhi kebutuhan hidup akibat berbagai macam kebijakan kenaikan tarif dan iuran yang terus naik. Cengkeraman kapitalisme telah benar-benar nyata dirasakan hingga ke pelosok desa. Padahal seharusnya kota dengan potensi ketahanan pangan dan minyak ini seharusnya mumpuni menjadi kota yang mampu mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Bojonegoro hingga ke pelosok desa.

Jadi, apakah mimpi smart city hanya akan menjadi mimpi yang sulit terealisasi? Tentu saja tidak, sangat mungkin smart city ini terwujud bagi masyarakat kota Bojonegoro khususnya, bahkan mampu hingga ke tingkat nasional.

Lalu apa yang mampu mewujudkannya? Tidak dapat dihindari, tentu saja harus diwujudkan dengan penerapan sistem yang shohih untuk mengatur seluruh persoalan disetiap lini kehidupan, yaitu dengan penerapan Islam secara kaffah. Sudah saatnya umat kembali kepada aturan yang Allah Swt turunkan bagi manusia seluruhnya, aturan Ilahi yang sesuai dengan Al Qur'an dan As Sunnah. Sungguh keberkahan hidup pasti akan diperoleh oleh umat manusia, sebagaimana firmanNya:

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS: Al-A’raf [7]: 96)
Wallahu 'Alam.[]

Oleh Dewi Srimurtiningsih, Analis Mutiara Umat


Referensi:
https://m.detik.com/news/berita-jawa-timur/d-4862750/bojonegoro-getol-wujudkan-smart-city 
https://jatim.tribunnews.com/2020/01/27/gandeng-amazon-web-service-pemkab-bojonegoro-siap-hadapi-revolusi-industri-40 
https://id.wikipedia.org/wiki/Amazon_(perusahaan)

Sumber artikel: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3032499250094155&id=786273064716796

Posting Komentar

0 Komentar