Si Hijau Bikin Galau

KementrianEnergi dan Sumber Daya Mineral(ESDM) berencana untuk mencabut subsidi elpiji 3 kg pada juli 2020. Harga gas melon yang semula berkisar Rp. 21 ribu naik hingga mencapai Rp. 35 ribu per tabung. Mereka berdalih hanya mengubah mekanismenya saja, agar subsidi tepat sasaran dan hanya bisa dinikmati oleh rakyat miskin. Tapi mereka tidak menjelaskan standar rakyat miskin menurut mereka.

Bukan hanya pencabutan subsidi gas melon yang bikin resah, tetapi masih banyak lagi kebijakan kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat jelata. Sebelumnya rakyat juga dibuat tak berdaya dengan naiknya tarif dasar listrik dan iuran BPJS yang mengalami kenaikan mulai bulan Januari 2020.

Kenaikan BPJS, kenaikan pajak, kenaikan tarif dasar listrik ditambah rencana kenaikan gas melon, akan memicu kenaikan harga kebutuhan pokok yang menjadi kebutuhan dasar rakyat. Rakyat disuruh prihatin dengan berbagai kenaikan kebutuhan pokok yang semakin menyengsarakan. Tanpa kita sadari, semua itu semakin menguatkan asumsi bahwa pemerintah tidak berpihak pada rakyat. 

Ibnu Tamiyah mengatakan, para penguasa merupakan orang-orang yang di tugaskan Allah untuk mengurusi hambanya. Mereka merupakan wakil-wakil dari rakyat untuk mengurusi urusan umat agar tercipta keadilan dan kesejahteraan. Hanya saja keadilan dan kesejahteraan itu telah menjadi ilusi di sistem demokrasi kapitalisme.

Semoga kutipan ayat di bawah menjadi nasihat terbaik untuk kita dan para pemegang kekuasaan:

Sesungguhnya Allah menyuruhmu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya. Dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sesungguhnya Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. – (Q.S An-Nisa: 58).[]

Oleh: Watinah

Posting Komentar

0 Komentar