TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Politik Licik AS, Merasuki Daerah


International Visitor Leadership Program (IVLP) merupakan program utama pertukaran profesional yang diselenggarakan Department of State atau Departemen Luar Negeri Amerika Serikat sejak 1940. Melalui kunjungan singkat ke AS, para pesertanya akan diajak berdiskusi dan belajar langsung. Indonesia telah berpartisipasi dalam program tersebut sejak tahun 1952.

Setiap tahun lebih dari 4.500 pengunjung internasional dari seluruh dunia dipilih oleh Kedutaan AS mengikuti IVLP. Lebih dari 200 ribu pengunjung internasional telah terkoneksi dengan warga Amerika melalui IVLP, termasuk lebih dari 335 mantan kepala negara atau kepala pemerintahan. Masing-masing IVLP memiliki tema yang berbeda, seperti kepemimpinan muda, pemerintahan, lingkungan dan perubahan cuaca, pemberdayaan gender, kejahatan dunia maya, seni, kesehatan publik, keamanan internasional, bisnis dan perdagangan, serta bidang-bidang lain.

Bupati Madiun Ahmad Dawami terpilih sebagai salah satu kepala daerah yang mengikuti kegiatan International Visitor Leadership Program (IVLP) 2020. Acara ini diselenggarakan di Amerika Serikat (AS). Melalui program tersebut, Bupati yang akrab disapa Kaji Mbing tersebut akan berkesempatan mendalami sistem birokrasi dan tata kelola pemerintahan di Negeri Paman Sam selama sekitar 23 hari. 

Nantinya selama hampir satu bulan di AS, Kaji Mbing akan bergabung dengan forum birokrasi di empat kota berbeda yakni, Washington DC, Petersburg, Kansas, dan Minot. Ia ingin kesempatan emas tersebut menjadi tambahan ilmu untuk membangun Kabupaten Madiun ke depan di masa kepemimpinannya.IVLP juga memberi ruang bagi para peserta untuk menyampaikan potensi daerah. Seperti pertanian, perekonomian, dan lain-lain. (republika, 1/2/2020)

Pertemuan internasional kepala daerah seluruh dunia ini, jika dilihat secara seksama merupakan upaya Amerika Serikat dalam menggali potensi apa saja yang dapat digali dari setiap daerah di dunia. Indonesia menjadi titik fokus utama penggalian potensi apa saja yang dapat diambil. Potensi Indonesia merupakan penyokong ketahanan nasional dan penyokong ketahanan Amerika Serikat sebagai negara adidaya. Semakin banyak informasi yang didapat, maka Amerika Serikat semakin bisa memetakan arah kebijakannya di negara-negara yang menjadi penyokong bagi Amerika Serikat.

Setiap daerah, khususnya Indonesia mempunyai potensi tentunya. Potensi ini yang sedang digali oleh Amerika Serikat. Diantaranya, segi ekonomi yang akan diarahkan pada investasi asing. Kekayaan alam yang dapat digali dan diambil. Kondisi budaya setempat yang akan diarahkan pada liberalisasi. Organisasi masyarakat yang arahannya kepada Islam moderat. Semakin banyak info strategis yang digali, maka semakin mudah Amerika Serikat untuk memetakan arah kebijakannya sesuai dengan potensi masing-masing daerah. 

Madiun merupakan kabupaten dengan titik fokus pada bidang pertanian. Ini menjadi daya tarik bagi Amerika Serikat. Madiun menjadi pilot projek tanaman porang, tanaman pirang pertama kali di presentasikan oleh bupati Madiun di ajang IVLP. Madiun lebih fokus pada investasi dan liberalisasi, berbeda dengan kabupaten lain. Madiun merupakan pusat karisidenan, inilah yang menjadi pertimbangan bagi Amerika Serikat. Amerika Serikat setelah ajang IVLP akan mudah menyerap informasi dari bupati Madiun kemudian menentukan arah pijakannya. Kebijakan tersebut akan berpengaruh pada daerah sekitarnya, daerah Mataraman. Sudah menjadi kebiasaan setiap daerah melakukam studi banding untuk mencontoh penerapan didaerahnya.

Inilah politik luar negeri Amerika Serikat, mengundang satu kepala daerah untuk diberi arahan kebijakan versi Amerika Serikat. Amerika Serikat tinggal menunggu pelaksanaan kebijakan tersebut oleh kepala daerah tersebut. Penjajahan semacam inilah yang dipandang kasat mata oleh masyarakat. Masyarakat mengganggap Amerika Serikat adalah pahlawan yang memberikan solusi paripurna. Nyatanya, ini merupakan penjajahan gaya baru atau neo liberalisme.

Politik luar negeri Amerika Serikat tidak ada dalam Islam. Khalifah (Pemimpin daulah Islam) memilah kerjasama dengan negara lain. Khalifah akan melihat negara mana yang bisa diajak bekerjasama dari segi posisinya terhadap negara Islam. Negara tersebut dalam golongan kafir dzimmi atau kafir harbi fi'lan. Kafir dzimmi merupakan negara diluar daulah Islam yang tidak mengancam daulah Islam dan dakwah Islam, terikat perjanjian dengan daulah. Sementara kafir harbi fi'lan merupakan negara diluar daulah Islam yang mengancam Daulah Islam dan dakwah Islam, contohnya: Amerika, Cina dan Rusia. Hubungan dengan kafir harbi fi'lan hanyalah perang, bukan kerjasama.

Islam meniadakan imperialisme, inilah yang membedakan Islam dengna negara demokrasi kapitalis. Daulah Islam menyebarkan Islam dengan cara futuhat (pembebasan) tujuannya untuk dakwah Islam. Bukan memperalat atau mengeruk kekayaan negara-negara tersebut. Mengambil kekayaan untuk kepentingan pribadi merupakan suatu kedzaliman, Islam melarang segala bentuk kedzaliman.

"Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang zalim itu dari langit, karena mereka berbuat fasik." (Al Baqarah 59).[]

Oleh: Indah Yuliatik

Posting Komentar

0 Komentar