Moderasi Menyeluruh, Kini Tafsir pun Di-Moderasi


Barat dan antek-anteknya tak pernah berhenti untuk membenci Islam, berbagai cara akan mereka lakukan demi hancurnya Islam atau paling tidak umat Muslim jauh dari aturan Islam. Mereka selalu membuat makar untuk menghancurkan Islam dan kaum Muslim, salah satu upaya mereka adalah dengan memasukkan pemahaman moderat untuk kaum muslim.

Pemahaman moderat adalah pemahaman yang lebih cenderung pada jalan tengah, atau sering disebut dengan kompromi. Padahal  jelas bagi kaum muslim, bahwa setiap perbuatan sudah diatur dalam hukum Syara', tidak bisa ditawar-tawar atau dikompromikan jika sudah ditetapkan oleh hukun Syara'.

Adapun hal yang masih bisa dikompromikan, yaitu hal-hal yang tidak bertentangan dengan akidah dan hukum syara' itu boleh dikompromikan, namun sangat jelas dalam Islam tidak semua hal bisa dikompromikan demi kepentingan sebagian orang saja, tentu pemahaman moderat harus dikritisi sebagai kewajiban kita terhadap kaum muslim.

Namun, realitan menunjukkan pemahaman moderat semakin meluas, semakin kuatnya arus moderasi ditunjukkan dengan penciptaan ‘tafsir moderat’ yang ada di tengah kaum muslim, saking Barat ingin memberantas pemahaman Islam, tafsir pun dirubah demi tercapainya misi agar kaum Muslim menjadi moderat atau jauh dari pemahaman Islam yang sebenarnya.

Pemahaman moderat sungguh berbahaya bagi kaum Muslim karena jika semuanya dapat dikompromikan, maka dimana letak konsisten kita terhadap agama dan akidah Islam, identitas kaum muslim terancam, padahal Rasulullah saw. suri tualadan kita mencontohkan bagaimana hidup bermasyarakat serta beragama dengan baik, kaum Muslim diajarkan untuk berbuat baik sesuai dengan hukum Syara' namun tegas dalam hal yang bertentangan dengan hukum Syara'.

Bahaya tafsir moderat harus disampaikan di tengah ummat, dengan adanya tafsir tersebut maka secara otomatis akan menjauhkan umat dari pelaksanaan Islam kaffah (menyeluruh), serta bahaya yang lain adalah menyesatkan pemahaman umat dari mafhum yang benar tentang Islam.

Harusnya umat Muslim tidak boleh tinggal diam, harus ada upaya perlawanan dari upaya Barat untuk menghancurkan Islam, karena ini bagian dari hujjah kita untuk menolong agama Allah dan perlawanan kita terhadap upaya moderat.

Anehnya, negeri ini  justru membiarkan atau bahkan mendorong munculnya penafsiran sejenis ini karena kepentingan politik dan ketakutan bangkitnya Islam kaffah. Padahal Islam tidak untuk ditakuti ataupun untuk dihancurkan, Islam adalah agama yang sempurna yang dijaga oleh yang Maha Sempurna, Islam tidak akan hancur, bahkan pasti akan dimenangkan sekuat apapun Barat ingin menghancurkan, namun apa upaya perlawanan kita terhadap pembelaaan agama ini? 

Islam harusnya dipahami secara benar serta diterapkan di seluruh kehidupan, agar tercipta rahmat bagi seluruh alam. Walahu'alam.[]

Oleh : Dina Heriana

Post a Comment

0 Comments