KONSTITUSI DIATAS KITAB SUCI?


Mengutip pernyataan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Yudian Wahyudi.

“Saya menghimbau pada orang Islam, mulai bergeser dari kitab suci ke konstitusi kalau dalam berbangsa dan bernegara. Sama, semua agama. Jadi kalau bahasa hari ini, konstitusi di atas kitab suci. Itu fakta sosial politik,” sumber : https://nasional.tempo.co/read/1307445/perkuat-dukungan-ke-pancasila-kepala-bpip-pakai-pendekatan-agama

Berkaitan dengan hal tersebut diatas saya akan memberikan pendapat hukum (legal opini) sebagai berikut:

Pertama, Bahwa didalam Pasal 29 ayat (1) menyatakan negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Arti kata berdasar adalah ada dasarnya. Dasar berarti bagian yang terbawah. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa dasar atau landasan atau bagian yang paling utama berdirinya negara adalah Ketuhanan. Sedangkan untuk mengerti apa yang menjadi perintah Tuhan berarti mesti merujuk kepada Kitab Suci;

Kedua, Bahwa berdasarkan pendapat Thomas Aquino, menyatakan bahwa tatanan hukum yang baik adalah hukum yang mendasarkan pada hukum tertinggi yang disebut Lex Aeterna atau hukum abadi. Lex Aeterna adalah hukum yang bersumber dari rasio Tuhan yang Maha Mengatur dari segala yang ada. Dan, hukum yang diwahyukan kepada manusia yang bersumber dari rasio Tuhan (Lex Divina). Hukum dalam tingkatan ini adalah hukum yang diturunkan melalui Nabi yang termuat dalam kitab Suci;

Ketiga, Bahwa kitab suci adalah Wahyu Allah SWT yang tidak seorang pun dapat merubahnya atau abadi. Sementara ayat konstitusi yang merupakan hasil dari cipta karya manusia berpotensi untuk mengalami perubahan atau amandemen dan/atau diganti;

Keempat, Bahwa penerapan hukum sangat tergantung pada siapa yang berkuasa. Seringkali apa yang termaktub dalam kitab suci tidak dapat langsung begitu saja diterapkan. Karena perlu ada kesepakatan politik atau konsensus yang dituangkan, sedangkan konsensus dapat saja berubah apabila rakyat dan/atau unsur pemangku negara menghendakinya.[]

Oleh  Chandra Purna Irawan,SH.,MH.(Ketua Eksekutif Nasional BHP KSHUMI & Sekjen LBH PELITA UMAT).


Posting Komentar

0 Komentar