Kecantikan dan Bisnis Kapitalisme di Industri Kosmetik


Seorang penyanyi dangdut berinisial SK mengatakan menyesal seumur hidup gara-gara rutinitas melakukan suntih whitening. Kebiasaan itu sudah ia lakukan sebelum hamil. Sebagai seorang artis dan public figur, penampilan fisik tentu menjadi ajang nomor wahid untuk diperhatikan. 

Fisik yang menarik akan membuat orderan syuting naik. Oleh karena itu banyak artis yang mengutak - atik fisiknya dengan berbagai macam kosmetik. Dari obat luar, konsumsi, suntik, hingga operasi pelastik. Penyesalan itu ia mulai alami sejak anaknya menderita penyakit langka yang disebut “Kawasaki”. Berdasarkan penuturan doketr yang menangani anaknya tersebut, kebiasaan suntik whitening yang SK lakukan menjadi dugaan kuat penyebab sakit anaknya. 

SK mengatakan sangat menyesal sekali dan berjanji tidak akan melakukannya lagi meskipun nanti akan berpengaruh pada karirnya. Apalagi biaya yang digelontorkan untuk pengobatan anak mencapai 60 juta dalam seminggu. SK juga mengatakan akan berhati-hati dalam memilih kosmetik ke depannya. Sebab ketiadaan pengetahuan tentang zat-zat kimia berbahaya ternyata memberikan dampak buruk baginya. Asal terima tawaran kosmetik kecantikan, yang penting hasilnya terlihat tanpa berfikir panjang efeknya dikemudian hari.

Janji Manis Kosmetik Yang Menarik

Menyamakan semua produk kosmetik tentu tidaklah tepat. Karena meskipun banyak yang berbahaya, kini perusahan kosmetik juga telah ramai memakai bahan – bahan alami dan meninggalkan zat berbahaya seperti mercury dan silikon. Melimpahnya bahan mentah dari alam menjadi inspirasi bagi pegiat usaha kosmetik alami untuk melahirkan inovasi baru dalam dunia kosmetik. Ok, yang ini tetap diapresiasi, sebab ada kesadaran untuk tidak membahayakan orang lain demi hanya demi meraup keuntungan. Namun demikian, tidak semua konsumen mau memakainya. Disamping harganya yang juga lumayan mahal, hasilnya lambat. Tidak semurah dan secepat kosmetik yang memakai bahan-bahan berbahaya. Apalagi dengan suntik dan operasi, tentu menjadi pilihan mereka yang berduit karena hasilnya tampak seketika. Meskipun dengan resiko harus dilakukan berkelanjutan, tidak ada masalah, yang penting cantik dan mendapat pujian. Bagi yang artis, terus dapat orderan.

Semua kosmetik pasti menjanjikan hasil yang menarik. Aneh jika ada penjual kosmetik dan mengtakan barangnya jelek dan tidak bisa membuat cantik. Siapa yang mau beli? Meskipun nanti cocok tidaknya kosmetik tergantung pada jenis kulit dan hormon konsumen pada dasarnya. Namun tidak semua kosmetik diproduksi oleh ahli kecantikan dan kulit. Bahkan konsumen pun jarang mempertanyakannya. Pokoknya bagi orang sana cocok, ia pun akan mengambilnya. Jika dihitung-hitung uang untuk kosmetik, mereka sudah bisa umroh.  Bayangkan saja para artis dan isteri pejabat serta pengusahaa kaya yang sering ke salon. Sekali duduk, konon kabarnya menghabiskan puluhan, ratusan, bahkan konon milyaran rupiah hanya untuk kecantikan saja.tidak melulu harus artis baru tampil cantik. Semua kalangan kaum berduit juga melakukan treatmen kecantikan. Bahkan yang penghasilan standar pun mampu menyisakan uang untuk kosmetik agar terlihat cantik.

Selektif dalam memilih adalah suatu keharusan. Sehingga tidak menjadi korban keganasan promosi produk. Bagi kaum muslimin, khusunya wanita. Hal yang pertama di seleksi dalam meilih kosmetik adalah jaminan kehalalan zat nya. Sebab jangan sampai terbawa ketika shalat apalagi sampai dikonsumsi. Fakta di lapangan menunjukkan banyaknya kaum wanita yang tetap memakai kosmetiknya ketika menunaikan shalat. Baik pelembab, bedak, hingga lisptik yang masih melekat meskipun sudah berwudu’.  Padahal bukan lagi rahasia umum jika mayoritas bahan pembuat kosmetik tidak lepas dari alkohol dan derivatnya. Meskpiun nantinya ada khilafiyah dalam penetuan kadar alcohol yang boleh dipakai/tidak, tetapi yang pasti, segala zat yang haram, sedikit atau banyak tidak layak dibawa shalat. Maka berhati-hatilah. Bersihlah saat berwudhu dan hilangkan kosmetiknya.

Seterusnya  kemanan dan kecocokannya. Tanya ahli jika ingin memakai kosmetik. Konsultasi ke dokter ahlinya. Tanyakan kegunaan hingga efek yang ditimbulkan. Jika membahaykan kesehatan, maka sebaiknya tinggalkan. Eits, tetapi biayanya juga akan membuat kantong kendor, bukan?

Bisnis Kapitalisme Dalam Industri Kosmetik

Fenomean maraknya penujalan kosmetik atau skincare menjadi sesuatu yang dianggap kebutuhan kaum wanita. Jika tidak dipenuhi seolah-olah merasa tidak cantik dan tidak percaya diri untuk tampil. Ada brand image ditengah-tengah kaum wanita belakangan ini, jika tidak ikut trend skincare, maka tidak kren. Iyakah? Apakah kalau pakai skincare langsung cantik?

Kaum wanita telah dibius dengan istilah kata ‘cantik’. Kiblat kecantikan yang dipropogandakan Barat yakni fashion, life style dan skin menjadikan  manusia khususnya kaum hawa tidak mensyukri nikmat fisik yang telah Allah ciptakan. Kapitalisme yang berasal dari Barat mempropogandakan persepsi cantik itu harus memebuhi syarat fisik seperti putih, mulus tanpa bulu, rambut lurus dan hitam berkilau, juga badan yang langsing serta tinggi semampai. Pertanyaannya adalah, adakah semua manusia terlahir dengan kondisi fisik demikian? Tentu tidak. Dan karena kemustahilan lahir sama itulah membuat Barat merasa perlu menciptakan industri kosmetik kecantikan agar cantik persepsi mereka bisa diikuti wanita-wanita dari Negara lain. Muncullah, whitening, skinwahite, peninggi badan, penghitam rambut, cat rambut, obat pelangsing, operasi sedot lemak, penyambung rambut, pemancung hidung, dsb. Bayangkan berapa keuntungan perusahaana kosmetik-kosmetik ternama di dunia ini? keuntungan para dokter bedah palstik dan sedot lemak? Keuntungan bisnis alat peninggi badan? Bukankah semua benda-benda ini mahal? Tentunya hanya mereka yang berduit yang mampu melakukaannya. Jika demikian harus cantik, maka cantik hanyalah milik konglomerat. Sebuah propaganda bukan? Satu lagi, kosmetik anti aging yang diproppogandakan mampu menghambat penuaan. Bukankah tua itu alami? Untuk apa anti aging? Seberapaun anti aging dikonsumsi, tua itu akan menghampiri pada waktunya. Banyak penudaan dini karena memang Barat sendiri menciptakan kehidupan manusia jadi sulit. Barat mengimpor ideologi kapitalisme yang semua diukur dengan materi, jika ada yang stress dan mengalami penuaan dini, mereka ciptakan juga kosmetiknya. Balik ke mereka lagi untungnya bukan?

Selain keuntungan yang fantastis, Barat juga ingin mentransfer nilai-nilai liberal mereka. Dengan segala kecanggihan teknologi yang ada, mampu membuat mereka merekayasa kembali bentuk fisik manusia yang telah Allah ciptakan dengan sempurna. Setelah lama dunia kecantikan Barat membuat persepsi cantik dengan fisik yang putih, kini Miss Universe membalikkan pilihannya kepada  wanitaberkulit hitam. Dengan gaya rambut pendek ala lelaki dan kulit hitam yang eskotis. Nantinya akan muncul jadi trend kecantikan baru. Ingat AM? Artis Indonesia yang latah menghitamkan badannya? Sudah terlahir kuning langsat, tidak puas malah dihitamkan. Begitulah para kapitallis membuat manusia tidak berhenti mengejar sesuatu yang nantinya juga akan usang ditelan waktu. Menghamburkan uang demi kecantikan yang sebenarnya hanya polsesan dan palsu. Lalu, apakah cantik itu dilarang dalam Islam? Of course not.

Cantik dan Syukur Nikmat.

Allah swt telah menciptakan manusia sejak lahir dengan sebaik-baiknya bentuk penciptaan. Dalam Alqur’an Surat At-tin : 4, Allah menegaskan bahwa

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ


“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”

Allah telah menciptakan manusia dalam bentuk yang tepat dan terbaik pagi pemilliknya. Dan terkait dengan perbedaan fisik manusia, itu adalah ketetapan dan ukuran (qhada’ dan qadar) yang Allah berikan, dan menetapkan segala sesuatu dengan ukurannya masing-masing. Dalam Surat Al Hujurat ayat 13, Allah memberikan infomrasi terkait perbedaan tersebut:

ا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْناكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَ أُنْثى‏ وَ جَعَلْناكُمْ شُعُوباً وَ قَبائِلَ لِتَعارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَليمٌ خَبيرٌ 

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”

Berdasarkan ayat di atas jelaslah bahwa keberagaman fisik itu adalah qadha Allah. dan keragaman fisik itu dimulai dari kejenisan (laki-laki – perempuan), ada yang putih, hitam, merah jambu, coklat, kuning langsat adalah qadar (ukuran) fisik yang Allah ciptakan sesuai tempat dan wilayah mereka dilahirkan dan hidup disana. Tentulah berbeda antara kondisi alam Eropa dan Asia, juga Afrika dan Amerika serta Australia. Makanya banyak dijumpai manusia bermacam ragam fisik. Maka untuk perbedaan ini, sebagai muslim, Allah menuntut kita untuk menerima dan ridho sebagai bukti keimanan kepada Qadha dan Qadar. 

Terlahir sebagai wanita di Asia Tenggara dengan kondisi fisik yang tidak sama dengan wanita Eropa, wajib disyukuri. Tidak ada kewajiban bagi wanita muslim Asia harus menyamakan fisik dengan wanita di Eopa. Karena penciptaan fisik adalah hak mutlak Allah. Maka terimalah, syukurilah. Justru mengutak atiknya dengan kosmetik agar berubah cantik ala fisik wanita eropa adalah bentuk kufur nikmat. Apalagi dipakai untuk niat kecantikan yang diumbar, akan ditambah dengan dosa tabarruj. Jadi triple dosanya bukan? Kufur nikmat, tabarruj dan riya. Naudzubillah min zalik.

So, apakah cantik dilarang dalam Islam? Of course Not. Cantik dan kosmetik dua wilayah pembahasan yang berbeda. Kalau di atas kosmetik dan bisnis, tetapi cantik itu pembahasan wilayah lain. Cantik adalah soal rasa syukur dan rido dengan ketetapan Allah. dengan bahasa lain cantik adalah persepsi. Cantik adalah  hal yang sebenarnya sudah dimiliki setiap wanita. Karena kalau ganteng itu milik lelaki. Betul? Jadi, jika anda wanita, ya cantik. Dan kalau mau memakai kosmetik, judulnya mempercantik. Apakah itu boleh? Tentu boleh saja. Tetapi ada rambu-rambu yang harus diikuti. Selain zat dan kemanan produk syarat, maka perhatikan tujuan dan tempatnya. Bagi muslimah yang bersuami mempercantik diri, ingat ya mempercantik diri, karena sudah cantik dari lahirnya sebagai wanita, hukumnya sunah dihadapan suami. Percantiklah diri semaksimalnya dihadapan suami. Pakailah kosmetik yang membuat suami betah dan merasa istrinya adalah wanita tercantik untuknya. Karena suami berhak menikmati kecantikan istri. Bagi yang belum menikah, pakailah kosmetik yang kalau diperlukan sebagai pengobatan. Misalnya ada jerawat yang menyebabkan perdagangan kulit dan abses berkelanjutan.  Atau  pakailah yang tidak sampai mengubah warna kulit apalagi mencolok, misalnya liplos vitamin C yang tidak berwarna sekedar memberi nutrisi untuk bibir yang mungkin punya gangguan pecah-pecah atau sariawan. Pakailah bedak sekedar mengembunkan wajah dan juga tidak kucel dan ludek. Jangan sampai orang akan berfikir bahwa wanita muslim  tidak paham kebersihan. Cantik itu juga kudu bersih dan rapi kan? Jangan wajah glowing, tapi pakaian berkerut dan iman menyusut.  Itu juga tidak benar. Karena kebersihan adalah ajaran Islam.  Operasi plastik dibolehkan dengan alasan darurat saja. Misalnya memulihkan luka bakar di wajah atau bagian tubuh lainnya. Simple kan? Kalau menikah? Aneh banget pengantin tidak kosmetikan. Lihat kondisi pestanya ya jeng. Jika tamu harus melihat pengantin wanita, maka jangan tabbruj, pakai bedak sekedar penyegar saja. kalau tamu nya semua cewek di ruangan bebas akses lelaki ya silahkan saja make up mempercantik. Tapi jika untuk wilayah Indonesia tidak jadi kebiasaan umum pernikahan itu dipisah mutlak dua gedung. Gedung pengantin lelaki dengan tamu leaki dan sebaliknya. Karena sebenranya tamu itu dipisahkan makan dan tempat duduk saja sudah syari’i. itu juga masih sulit.  

Jadi tidak perlu terikut arus industri kosmetik yang menjanjikan kecantikan. Ingat! Sebagai wanita anda sudah terlahir cantik.  Rambut kerting itu cantik, lurus juga cantik. Tinggi itu cantik, mungil juga cantik. Hitam itu cantik, putih juga cantik. Langsing itu cantik, padat juga cantik. Kecuali ada alasan penyakit dengan kegemukan, silahkan berobat dan bukan untuk alasan cantik. Jadi, semua wanita itu cantik, dan jangan sampai kufur nikmat dengan ketetapan Allah pada fisik kita. Tolak paham kapitalisme yang melihat semua sisi manusia jadi lahan bisnis. Dan pada penjual mulailah berani menyampaikan kepada konsumen soal zat, dampak, kemudian kapan waktunya ia boleh memakai kosmetik yang mempercantik dirinya. Harus berani!

Saatnya mengembalikan Islam sebagai agama yang menghargai wanita dan melihat kecantikan wanita bukan karena fisik, melainkan keridoannya terhadap penciptaannya tanpa mengutak-atik karena kufur, atau dengan kata lain ketaqwaannya. Cantik itu terlahir sebagai wanita dan menjadi hamba yang bertaqwa. []


Nahdoh Fikriyyah Islam/ Dosen Pendidikan Islam

Post a Comment

0 Comments