TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Bawang Putih Meroket Ibu-Ibu Dibuat Kaget


Salah satu bumbu dapur yang sering digunakan para ibu dalam memasak kini mulai meroket harganya. Bawang putih menjadi suatu hal yang istimewa di tengah gonjang - ganjing mewabahnya virus Corona. Betapa tidak selama ini pasar Indonesia diserbu oleh bawang putih yang berasal dari Cina. Akibatnya untuk sementara dihentikan pasokannya untuk menghindari menyebarnya virus Corona. 

Dilansir oleh SINDONEWS. comel, menurut Kepala Disdagin kota Bandung, Elly Wasilah mengatakan bahwa ada beberapa komoditas impor yang berasal dari Cina Sebagai contoh Bandung mengandalkan pasokan bawang putih dari China. Hampir 80% bawang putih di impor dari China. Untuk komoditas buah, ada jeruk, apel dan buah pir. "Memang untuk produk impor yang betul-betul dari China adalah bawang putih. Hampir 80% bawang putih untuk kebutuhan di Bandung mengandalkan pasokan dari China. Sementara kalau komoditi lainnya dari Jabar, Jateng dan Jatim", kata Elly.(4/2/2020) 

Kenyataannya Indonesia untuk berswasembada bawang putih terkategori cukup sulit kalau pun diproduksi tidak mampu memenuhi kebutuhan konsumsi  masyarakat Indonesia. Meskipun pemerintah program swasembada bawang putih terus ditargetkan oleh Kementerian Pertanian (Suara. Com10/10/2019). 

Dilansir dari Okezone.com . Awal pekan ini komoditas pangan bawang putih menjadi sorotan. Pasalnya, harganya sempat mengalami lonjakan hingga Rp14.150 sehingga bawang putih pada Senin (10/2/2020) dibanderol dengan harga Rp70.108 per kilogramnya. Hal ini tentu ditanggapi serius oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo karena bawang putih adalah salah satu kebutuhan pangan terpenting bagi masyarakat Indonesia. Penyebab kenaikkan harga bawang putih ini diketahui masih disebabkan oleh virus mematikan Corona dan proses pendistribusian yang terhambat.(Okezone. Com 16/02/2020). 

Bawang putih menjadi kebutuhan penting dalam setiap masakan apalagi sebentar lagi mau menghadapi Ramadhan akan sangat berpengaruh terhadap roda ekonomi masyarakat jika harganya terus melonjak. Hal inilah seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah untuk memberikan pasokan bawang putih bagi masyarakat. Berbagai upaya harus terus dilakukan pemerintah untuk penyediaan bumbu masak ini yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan bukan justru mengandalkan impor dari negara lain. Jika mengandalkan terus dari negara lain tentu yang diuntungkan adalah para pemilik modal dan para importir yang siap memainkan harga di pasaran. 

Indonesia negeri yang subur makmur dari segi tanahnya kini sangat mengandalkan pasokan pangan senantiasa dari impor. Seolah-olah negara ini tidak memiliki kekuatan untuk berdikari padahal jika dilihat dari segi kualitas tanah dan kemampuan para petani yang banyak bercocok tanam berbagai sayuran dan kebutuhan pangan sudah cukup bagus. Sayangnya, saat ini para petani kita kurang dihargai dan mereka harus bersaing ketat dengan komoditi pangan dari hasil impor. 

Belum lagi persoalan lain kondisi lahan pertanian hampir disebabkan wilayah yang subur untuk bercocok tanam telah tergerus oleh bangunan pertokoan, pabrik - pabrik, perumahan dan objek wisata. Alih-alih bisa memenuhi kebutuhan pangan yang ada justru negeri ini mengalami bombardir impor terutama bawang putih. Jika hal ini terus dibiarkan tentu masyarakat lagi yang dikorbankan. 

Islam adalah solusi 

Islam sebagai ajaran yang mulia yang mampu menjawab setiap masalah yang dihadapi oleh manusia. Karena aturannya lahir dari Sang Pencipta manusia dan paham kondisi manusia. 
Islam telah mengatur agar kebutuhan pokok masyarakat senantiasa terpenuhi dalam hal ini yang berperan adalah penguasa(khalifah). 

Berkaitan dengan masalah lahan pertanian Islam mengaturnya dengan terus memberdayakan agar terus memproduksi berbagai kebutuhan pangan dengan menyediakan fasilitas penunjang seperti harga pupuk, pengelolaan air yang bagus serta ilmu penunjang pertanian. Negara Islam tidak akan membiarkan tanah kosong justru akan berupaya untuk mengelola dengan memberikan kepada warganya untuk diolah dan ditanami secara baik bukan dijual kepada asing ataupun dialihkan fungsikan kepada industri seperti di sistem kapitalis. Hal ini bisa liat saat Islam masih berjaya dan diterapkan secara totalitas. 

Di masa Rasulullah, Rasul telah memberikan luas tanah tertentu kepada Bilal bin Rabbah. Kebijakan tersebut diikuti oleh para Khalifah sesudahnya. Di masa pemerintahan Umar bin al-Khattab pernah terjadi kekeringan di suatu wilayah. Umar tidak membiarkannya karena pasti di wilayah tersebut harga tanaman akan naik karena kesulitan. Khalifah Umar mengusahakan membeli dari wilayah lain sehingga tidak terjadi kesulitan dan harga mahal. Itulah sekilas pengaturan dalam Islam.

Oleh karena itu, mengharapkan kemakmuran dan kesejahteraan di sistem demokrasi kapitalis sangat mustahil. Bawang putih pun yang meroket tidak akan terjadi di sistem Islam. Hanya di sistem Islam dalam bingkai daulah yang akan mensejahterakan seluruh rakyat muslim dan non muslim.

Wallahu a’lam bi bishowwab.[]

Oleh: Heni Andriani 
Ibu Pemerhati Umat & Member AMK


Posting Komentar

0 Komentar