Kemenag Perkuat Madrasah dengan Kemampuan Bahasa Asing


sumber foto: republika.co.id

TINTASIYASI.COM -  Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Kementerian Agama RI terus berusaha meningkatkan keterampilan lulusan madrasah. Untuk itu Kemenag membuat program peningkatkan daya saing dengan mengajarkan siswa-siswi Madrasah mampu bicara dalam bahasa Arab, Inggris, Jepang, Mandarin dan Jerman. 

Selain bahasa, Informasi Teknologi (IT) dan vokasi masuk dalam program ini. 
"Program ini tidak hanya mampu berbahasa asing tetapi IT dan vokasi," kata Direktur Kurikulum Sarana Prasarana Kesiswaan dan Kelembagaaan (KSKK) Madrasah, Ahmad Umar saat dihubungi Republika, Rabu (7/1).

Umar menyesalkan, pernyataanya terkait program bahasa asing tidak sesuai seperti apa yang disampaikannya. Umar memastikan bahwa dia tidak pernah mengeluarkan pernyataan, bahasa Mandarin sebagai syarat kelulusan bagi siswa-siswa Madrasah.

"Bukan bahasa Mandarin tapi bahasa asing. Saya tidak suka pernyataan dipelintir," katanya.

Umar menuturkan, pada saat menemani tanya jawab dengan wartawan, dirinya menyampaikan, bahwa Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah memiliki program baru untuk meningkatkan daya saing lulusan Madrasah, caranya yaitu dengan meningkatkan kemampuan berbahasa asing.

"Jadi intinya untuk meningkatkan daya saing siswa-siswi Madrasah akan dibekali kemampuan berbahasa asing antara lain Arab,  Inggris, Jepang Mandarin dan Jerman," katanya.

Selama ini, Madrasah dalam mengajarkan bahasa asing hanya sebatas pengetahuan saja. Sehingga yang diajarkan kepada siswa-siswi itu hanya sebatas pengetahuan dasar, tata bahasa atau gramatikalnya. Sementara bagaimana meningkatkan kepercayaan diri berbicara dalam bahasa asing belum diajarkan secara masif.

Melalui program ini Kemenag berharap lulusan-lulusan Madrasah mampu bersaing di dalam dan luar negeri, dengan menguasai beberapa bahasa asing. Untuk memulai program ini, Kemenag akan melakukan training of trainer (ToT) kepada tenaga pengajarnya.

"Sebagai persiapkan kita ToT dulu guru-gurunya," katanya.

Sebelum program ini diterapkan secara resmi, pihaknya akan memilih beberap Madrasah sebagai pilot project. Menurutnya sudah saatnya lulusan Madrasah memiliki kompetensi kecakapan dalam berbahasa asing.

"Intinya kita ingin anak-anak percaya diri berbicara dalam bahasa asing," katanya. [] 

Sumber Berita : https://m.republika.co.id/amp/q3sbkm430#click=https://t.co/0mfBMlQI6h

Post a Comment

0 Comments