370.000 Peserta BPJS Kesehatan Turun Kelas

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris memberikan pernyataan usai rapat koordinasi sejumlah menteri tentang BPJS Kesehatan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang PMK, Jakarta pada Senin (6/11/2020).  Sumber pict: bisnis.com

TINTASIYASI.COM -  Sekitar 370.000 peserta mandiri Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan memilih untuk turun kelas pasca pemerintah menyatakan kenaikan iuran mulai 2020.

Berdasarkan data BPJS Kesehatan, pada kurun November 2019–Desember 2019 terdapat 379.924 peserta mandiri atau Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang memutuskan untuk turun kelas. Jumlah tersebut setara dengan 1,25% dari total peserta mandiri sebanyak 30,2 juta orang.

Sebanyak 153.466 orang peserta mandiri kelas 1 telah memutuskan untuk turun kelas, baik ke kelas 2 maupun ke kelas 3. Jumlah tersebut setara dengan 3,35% dari seluruh peserta mandiri kelas 1.

Lalu, sebanyak 219.458 orang peserta mandiri kelas 2 atau 3,32% peserta memutuskan untuk turun ke kelas 3. Dengan melakukan penurunan kelas, para peserta akan membayar besaran iuran yang lebih rendah atau relatif sama dari sebelum kenaikan berlaku.

Misalnya, peserta kelas 1 semula membayar iuran Rp90.000, jika peserta tersebut turun kelas ke kelas 2 maka akan membayar iuran Rp120.000 dan jika turun ke kelas 3 maka iurannya menjadi Rp42.000. Hal serupa turut terjadi bagi peserta kelas 2 yang semula iurannya Rp60.000.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris menjelaskan bahwa pihaknya telah memperhitungkan potensi turun kelas akibat kenaikan iuran yang diatur dalam Peraturan Presiden 75/2019. Penurunan kelas bahkan telah terjadi sebelum kenaikan iuran berlaku, yakni pada 1 Januari 2020.

Fachmi menilai bahwa jumlah peserta mandiri yang turun kelas masih dapat bertambah. Oleh karena itu, pihak BPJS Kesehatan memberikan keringanan bagi peserta untuk turun kelas hingga April 2020.

Selain itu, dia pun menjelaskan bahwa peserta kelas 3 yang merasa keberatan dengan kenaikan iuran dapat mengajukan pemindahan menjadi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI).

"Peserta kelas 3 yang tidak mampu [keberatan terhadap kenaikan iuran] nanti kami data dan didaftarkan ke Kementerian Sosial untuk dimasukkan ke dalam Data Terpadu Kementerian Sosial [Kemensos]," ujar Fachmi pada Senin (6/1/2020).

Dia menjelaskan bahwa semua peserta di kelas berapapun akan mendapatkan pelayanan medis yang sama. Perbedaan hanya terdapat pada pelayanan non medis, seperti kasur untuk rawat inap.[] 

Sumber Berita : https://m.bisnis.com/finansial/read/20200106/90/1187374/370.000-peserta-bpjs-kesehatan-turun-kelas

Post a Comment

0 Comments