1 Februari Besuk Hari Hijab Sedunia

Ilustrasi

TintaSiyasi.com — Saat ini, kebutuhan akan Halal sudah menjadi tren global, tak terkecuali bidang Kosmetik dan Fashion. Bahkan untuk Muslim fashion, Indonesia didaulat sebagai kiblat dunia, termasuk pemakaian Hijab. Dalam rangka menyambut World Hijab Day yang jatuh besok Sabtu (1/02), sudah selayaknya Indonesia sebagai Negara muslim terbesar di dunia, merayakan pemakaian hijab secara global.

Dikutip dari situs resminya, setiap tahun di tanggal 1 Februari, World Hijab Day Organization meminta masyarakat dunia dari beragam latar belakang dan agama untuk mengenakan hijab. Ajakan ini bertujuan mendukung perempuan muslim di seluruh dunia yang menerima berbagai perlakuan diskriminatif. Motto dari gerakan ini adalah Unity in Diversity atau persatuan dalam keberagaman, dengan hashtag #EmpoweredInHijab, seperti dikutip womantalk.com edisi (30/01).

Ajakan Memakai Hijab Satu Hari

Pada kenyataannya, praktik ajakan memakai hijab ini sering mengalami hambatan, bukan saja datang dari Non Muslim tapi juga datang dari pemeluk Islam sendiri. Menurut Imam Shamsi Ali yang bermukim di New York, Amerika Serikat, kenyataan ini sungguh ironi, pasalnya Indonesia adalah Negara Muslim terbesar di dunia.

“Tgl 1 February is a world Hijab Day, Kenapa di Indonesia malah ada yang mengkampanyekan sebagai hari tidak berhijab? Aneh!”, Kata Presiden Nusantara Foundation Ameriaka Serikat itu, melalui WA tadi pagi (31/01). Seperti diberitakan situs mysharing.co kemarin (30/01), kelompok yang tergabung kedalam Hijrah Indonesia, malah akan mengkapanyekan “No, Hijab Day”.

Dukungan Sesama Perempuan

World Hijab Day Organization ini hanya menyebut pemakaian hijab sebagai head covering atau “penutup kepala” dalam keterangan resminya tersebut. Beberapa negara telah melarang pemakaian pakaian religius termasuk hijab, seperti Denmark, Prancis, Swiss, Italia, dan Belgia. Selain itu, dalam rilis resminya, World Hijab Day Organization juga menyebut tentang berbagai penyerangan yang dilakukan terhadap perempuan berhijab di seluruh dunia, yang diperkuat oleh adanya ketakutan pada Islam atau Islamophobic.

Beberapa contoh penyerangan ini termasuk pemukulan, melempari dengan minuman bersoda, dan tindak kekerasan lainnya. Sementara itu diskriminasi yang dialami perempuan berhijab antara lain kesulitan mendapat pekerjaan dan diskualifkasi atlet dari arena pertandingan. Diharapkan, ajakan untuk semua perempuan di seluruh dunia memakai hijab selama sehari pada 1 Februari ini dapat memberikan dukungan kepada mereka yang menerima perlakuan buruk tadi.

Gerakan World Hijab Day ini lebih ditujukan sebagai gerakan dari perempuan untuk perempuan, guna mendukung sesama perempuan yang mengalami perlakuan buruk dan diskriminasi karena agama dan kepercayaannya nih.

Seperti diberitakan iHalal.id sebelumnya, berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy 2014-2015, dari 7 miliar jiwa penduduk dunia, 22, 43% diantaranya merupakan penduduk muslim. Angka tersebut akan terus tumbuh, diperkirakan pada tahun 2030 penduduk muslim dunia akan meningkat hingga 26,5%. Sementara disektor pariwisata, MasterCard-Crescent Rating dalam laporan Global Muslim Travel Index (GMTI) menyebutkan, pada tahun 2015 terdapat 117 juta wisatawan muslim dengan total pembelanjaan mencapai US$ 168 miliar dan diprediksi pada tahun 2020 akan meningkat hingga 150 juta wisatawan dengan pembelanjaan mencapai US$ 200 miliar.

Beberapa Negara non muslim bahkan sudah terlibat dalam bisnis halal. Seperti Australia dikenal sebagai Negara utama pemasok daging halal untuk Negara-negara Timur-Tengah. Brazil dikenal dengan ekspor daging unggas untuk kebutuhan pasar Timur-Tengah dengan 5 juta ekor unggas perbulan. Bahkan Negara-negara non muslim, seperti Korea dan Jepang, kini rajin mengeluarkan buku panduan makanan & restoran yang halal bagi para turis yang ingin berkunjung ke negaranya.[]

Sumber artikel: https://ihalal.id/1-februari-besok-hari-hijab-sedunia/

Posting Komentar

0 Komentar